Agama dan Budaya Tak Perlu Dipertentangkan karena Itu Ruh Pancasila

Agama dan Budaya Tak Perlu Dipertentangkan karena Itu Ruh Pancasila
149 Pemirsa

Kontroversi tentang puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul Ibu Indonesia menjadi isu utama yang langsung memunculkan narasi penistaan agama.

Padahal, kalau ditelaah lagi, ada beberapa narasi lain sebagai dampak dari kontroversi tersebut yaitu kontradiksi agama dan budaya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Syaiful Bakhri mengatakan, agama sangat mulia karena merupakan titah Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, budaya mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal bangsa Indonesia dengan segala keberagamannya.

“Perpaduan itulah yang menjadi sebuah kekuatan dalam Pancasila sebagai fundamental bernegara kita yang syarat dengan harmoni,” kata Syaifu, Rabu (11//4).

Menurut dia, dua entitas yang dalam khazanah nusantara menjadi peradaban Indonesia itu sengaja dibenturkan. Agama seolah terpisah, bahkan bertentangan dengan budaya. Begitu juga sebaliknya.

“Karena itulah integrasi agama dan budaya perlu dikuatkan kembali dengan pandangan bahwa agama memberi roh religius pada budaya dan budaya memberi ruang kontekstualisasi ajaran agama,” imbuh Syaiful.

Dia menambahkan, keduanya tidak bisa dicampuradukkan, tetapi tidak bisa dipisahkan apalagi dipertentangkan.

“Menjadi religius tidak berarti menanggalkan budaya dan menjadi berbudaya tidak berarti bertentangan (menistakan) agama,” jelas pria kelahiran Kotabaru, Kalsel, 20 Juli 1962 itu.

Menurut dia, sangat tidak elegan bila ada kelompok atau golongan yang sengaja membentur-benturkan masalah ini karena bisa menimbulkan kegaduhan.

Apalagi, benturan-benturan itu akhirnya bermuara di ranah hukum. Sebenarnya, sambung dia, penyelesaian masalah itu akan lebih mudah dengan musyawarah dan mufakat

Oleh karena itu, Syaiful yang juga salah satu anggota kelompok ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini mengajak seluruh pihak untuk menjaga harmonisasi dan perdamaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here