Aksi People Power 22 Mei Munculkan Ladang Bisnis Paket Wisata Tour Jihad

348 Pemirsa

Sejak awal aksi People Power hanya akan memunculkan sebuah kegaduhan di tengah masyarakat. Namun, kubu Prabowo-Sandi ternyata lebih mementingkan kepentingannya dengan mengatasnamakan rakyat.

Bahkan setelah banyak mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen bangsa seperti tokoh agama, intelektual dan masayarakat luas, aksi people power ini pun diperhalus dengan “kedaulatan rakyat”.

Namun memperhalus kata tersebut hanya memunculkan ideologi baru untuk mengahsilkan bagaimana aksi yang rencanya digelar 22 Mei itu juga menghasilkan pundi-pundi keuntungan.

Beredar kabar melalui percakapan grup WhatsApp yang dihuni simpatisan akar rumput Prabowo-Sandi membicarakan rencana people power pada 22 Mei mendatang. Pada hari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelesaikan penghitungan suara Pileg, Pilpres, dan DPD.

Selain ajakan ‘jihad’ pada 22 Mei mendatang, ada pula pesan tentang penawaran paket tur yang beredar. Paket perjalanan tersebut bernama Tour Jihad Jakarta. Berisi paket tur dari Surabaya menuju Jakarta.

Berikut bunyi isi petikan pembicaraan yang beredar di salah satu grup WhatsApp simpatisan pendukung Prabowo-Sandi, Kamis (16/5): “Tour Jihad Jakarta. Paket Puas 5 Hari Plus Penginapan Tanpa Makan.”

Ada beberapa jenis paket. Pertama, bus besar isi 50 orang. Biayanya dipatok Rp450 ribu. Kedua, paket bus mini isi 30 orang seharta Rp 400 ribu. Paket ketiga yakni mobil Elf. Muat untuk 12 orang. Harga dipatok Rp600 ribu. Paket keempat yaitu mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Suzuki Ertiga. Muat 6 orang dengan biaya Rp600 ribu.

Tur berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada 19 Mei pukul 06.00 WIB. Kemudian pulang dari Jakarta ke Surabaya pada 23 Mei di waktu subuh. “Pembayaran terakhir tanggal 17 Mei 2019,” mengutip penggalan pesan paket Tour Jihad Jakarta.

Paket wisata tour jihad itu dibenarkan oleh salah satu koordinator Tour Jihad Jakarta, Roni mengaku memang mengoordinir relawan Prabowo-Sandi di Surabaya yang ingin berangkat bersama ke Jakarta.

“Itu benar. Iya Tour Jihad Jakarta,” ungkap Roni seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (17/5).

Roni mengklaim tidak bekerja sama dengan PO Bus dan tempat penyewaan mobil tertentu. Dia mengatakan mobil yang digunakan merupakan milik relawan.

Perihal bus, sama dengan seperti melalui terminal dari Surabaya menuju Jakarta. Dengan kata lain, tidak ada bus yang disewa untuk mengangkut relawan yang ikut dalam Tour Jihad Jakarta.

Roni keberatan jika Tour Jihad Jakarta disebut sebagai bisnis. Dia mengklaim tidak berniat mengambil keuntungan sama sekali. Harga yang dipatok juga disesuaikan dengan harga tiket bus dan penginapan.

Bahkan, Roni mengatakan dirinya dan relawan lain bakal membantu relawan yang ingin ikut namun hanya memiliki Rp200 ribu. “Tapi kalau ada yang ingin memberikan sumbangan juga kami terbuka. Insyaallah amanah lah,” kata Roni.

Sejauh ini, kata dia, baru ada 80 orang yang mendaftar. Roni mengatakan kemungkinan besar bakal berangkat menggunakan bus berukuran besar.

Jumlah tersebut tergolong kecil. Akan tetapi, Roni mengatakan banyak relawan dari Surabaya menuju Jakarta menggunakan moda transportasi lain. Misalnya kereta api dan pesawat. Banyak pula yang menggunakan mobil pribadi.

Roni pun menepis, bahwa Tour Jihad Jakarta tersebut bukan inisiasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) atau salah satu partai politik pengusung Prabowo-Sandi. Roni menyebut Tour Jihad Jakarta murni diinisiasi oleh dirinya dan relawan.

Sementara itu, Wakil Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono juga membantah pihaknya bekerja sama dengan Roni dalam Tour Jihad Jakarta. “Enggak ada kerja sama,” kata Ferry.

Apapun caranyam, aksi pengerahan massa atau People Power untuk menentang hukum adalah tindakan yang harus dihentikan.

Rencana Tour Jihad tersebut berpotensi terjadinya tindakan inkonstitusional yang bersifat rawan konflik. Pengerahan massa ke Ibu Kota di saat pengumuman KPU juga telah melanggar imbauan dari Menkopolhukam yang melarang warga daerah untuk ke Jakarta demi kondusifitas.

Kubu Paslon 02 telah berhasil menggunakan sentiman dan narasi politik identitas dengan menjual agama kepada masyarakat hingga tertanam dalam ke akar rumput, sehingga tindakan yang telah dilarang dengan kemasan Tour Jihad dianggap sebagai sebuah perjuangan agama, padahal murni kegiatan politik.

Link terkait:
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190517072531-20-395618/simpatisan-02-di-surabaya-kemas-aksi-22-mei-jadi-tour-jihad
http://www.melekpolitik.com/2019/05/17/njir-demo-jihad-diduitin-simpatisan-prabowo-paling-pintar-kalau-cari-makan-dari-jualan-agama/
https://www.dutaislam.com/2019/05/beredar-kabar-demo-jihad-22-mei-dikemas-wisata-seharga-600-ribu.html
https://wartabatavia.com/beredar-berita-demonstrasi-jihad-22-mei-dikemas-wisata-seharga-600-ribu/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here