ALFED, Edukasi Keuangan dan Perbankan di Daerah

198 Pemirsa

bidikdata.com| Permasalahan edukasi yang menjadi isu utama inklusi keuangan di Indonesia selayaknya menjadi perhatian para dosen sebagai salah satu ujung tombak dunia pendidikan.

Association of Lectures for Financial and Economic Development (ALFED), sebuah asosiasi bagi para dosen di seluruh Indonesia yang fokus kepengembangan keuangan dan ekonomi daerah, menyelenggarakan Program Pemberdayaan Komunitas di daerah yang fokus pada edukasi keuangan.

“Dosen adalah tulang punggung pemacu edukasi keuangan di daerah. Dengan peran Tri Dharmanya, mereka dapat membantu meneliti dan memetakan kebutuhan masyarakat di daerah, melihat peluang intervensi dari hasil penelitian tersebut dan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut,” ujar Bambang Setiono, Ketua Umum ALFED yang juga dosen di Sampoerna University.

Sebagai bagian dari inisiatifnya, ALFED mendorong para dosen mengadakan Program Pemberdayaan Komunitas di daerah masing-masing. Meski ALFED baru diluncurkan 21 Oktober 2016, tercatat sampai saat ini sudah tersusun delapan (8) program dari enam (6) daerah di Indonesia.

Dari seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dijalankan oleh anggota ALFED, penghargaan bagi Program Pemberdayaan Komunitas turut diberikan kepada tiga dosen terbaik bertepatan dengan penyelenggaraan Sampoerna Financial Day pada 5 Desember lalu.

Tiga kota yang dinobatkan sebagai kota terbaik dalam mengembangkan daerahnya adalah Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat. 

Salah satu program menarik datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, salah satu permasalahan utama adalah rendahnya ketertarikan warga usia produktif untuk berkarya di daerah asalnya dan justru memilih untuk merantau ke kota besar.

Maka, program yang dicanangkan ALFED NTT adalah pelatihan pemberdayaan usaha mikro agar masyarakat bisa menjadi lebih produktif di wilayahnya sendiri. (KP)