Anggota Koalisi Paslon 02 Terima Suap Rp 2,65 M dan USD 22 Ribu

Anggota Koalisi Paslon 02 Terima Suap Rp 2,65 M dan USD 22 Ribu
341 Pemirsa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman sebagai tersangka.

Anggota DPR dari Fraksi PAN ini diduga menerima suap sebesar Rp 2,65 miliar dan USD 22 ribu. Suap ini untuk memuluskan pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan Pelaksana Tugas dan Pejabat Kepala Dinas PU Kabupaten Pegaf, Natan Pasomba, diduga memberi uang Rp 4,41 miliar, yang terdiri dari uang tunai sejumlah Rp 3,96 miliar dan valas USD 33.500.

Jumlah ini, menurut KPK, merupakan commitment fee sebesar 9 persen dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk Pegunungan Arfak.

“Dari sejumlah uang tersebut, SKM diduga menerima sejumlah Rp 2,65 miliar dan USD 22.000,” ungkap Saut dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Berdasarkan laman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses melalui acch.kpk.go.id, Sukiman terakhir melaporkan hartanya pada 2010. Saat itu, Sukiman tercatat sebagai anggota DPR periode 2009-2014 sekaligus calon Bupati Melawai periode 2010-2015.

Dalam LHKPN itu, total harta kekayaan Sukiman pada 2010 mencapai Rp 5.052.553.698. Jumlah tersebut naik drastis dari tahun 2003. Sukiman juga melaporkan hartanya pada Desember 2003. Pada tahun tersebut, harta Sukiman hanya Rp 219 juta.

Harta kekayaan anggota Banggar itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Harta tak bergerak Sukiman pada tahun 2010 meliputi 6 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Melawai dan Pontianak senilai Rp 3.351.940.000. Pada 7 tahun sebelumnya, Sukiman hanya memiliki dua bidang tanah dengan nilai Rp 72,5 juta.

Sedangkan, harta bergerak Sukiman terdiri dari 6 alat transportasi yakni mobil Honda CR-V, mobil Toyota Kijang Krista, mobil Nissan Terrano, mobil Nissan Grand Livina, motor Suzuki Shogun dan motor Honda senilai Rp 782.000.000.

Sukiman juga melaporkan salah satu usahanya berupa SPBU bernilai Rp 890.000.000. Dia juga tercatat memiliki harta berupa giro dan setara kas senilai Rp 28.613.698. Dalam laman tersebut Sukiman tercatat tak memiliki utang piutang.

Selama ini PAN merupakan koalisi Paslon 02 dan mengklaim berasal dari partai Tuhan namun kelakukan justru mirip setan Yaitu dengan mewakili rakyat dalam bentuk uang yang diterima sendiri untuk kepentingan sendiri.

Sebagai seseorang yang berhasil menjadi anggota DPR, ia bersama komplotannya sekali lagi telah mendustakan nikmat Tuhan, lalu apa yang bisa dibanggakan dari koalisi Paslon 02, jika Tuhan saja telah didustakan apalagi hanya kita sebagai hamba Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here