Angka Stunting dan AKI di Indonesia Menurun

Angka Stunting dan AKI di Indonesia Menurun
Angka Stunting dan AKI di Indonesia Menurun
156 Pemirsa

Presiden Joko Widodo menyebut angka stunting atau kurang gizi kronis dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menurun setiap tahun. Pada tahun 2014 stunting berada di angka 37% sementara di tahun 2018 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebut prevalensi stunting di Indonesia berada di kisaran 30,8%.

“(Tahun) 2014 stunting kita 37 persen, dan alhamdulillah saya sangat berterima kasih bapak ibu sekalian, berkat kerja sama sudah turun menjadi 30 persen. Ini harus turun lagi menjadi 20 persen lagi, dan turun lagi menjadi 10 persen dan hilang,”ucap Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Kesehatan di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Selasa (12/2/2019).

Jika angka stunting masih tinggi kata Jokowi mengatakan maka sumber daya manusia (SDM) di Indonesia tak akan bisa bersaing dengan negara-negara lain. Maka dari itu, permasalahan kesehatan khususnya gizi masyarakat merupakan permasalahan dasar yang harus diselesaikan bersama.

“Oleh sebab itu, saya minta kepala dinas, provinsi, kabupaten, kota (untuk) konsentrasi di sini. Kalau di kabupaten/kota masih ada yang namanya stunting, kejar ini, selesaikan ini,” ujarnya.

Jokowi mengimbau kepada pemerintah daerah dan perangkat hingga ke masyarakat untuk terus memperhatikan persoalan stunting dan angka kematian ibu. Jika angka kedua hal tersebut masih tinggi, maka SDM Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain.

“Jangan sampai negara lain sudah berbicara soal virtual reality, internet of things, big data, bitcoin, tapi kita berbicara stunting saja belum selesai. Urusan AKI belum rampung. Bagaimana negara ini akan bersaing, berkompetensi. Basic-basic seperti ini yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here