Anies Baswedan dan Ambisi Presiden 2024 Tunggangi FPI yang Khilafah

Anies Baswedan dan Ambisi Presiden 2024 Tunggangi FPI yang Khilafah
Anies Baswedan dan Ambisi Presiden 2024 Tunggangi FPI yang Khilafah
191 Pemirsa

Jakarta – Anies Baswedan yang diketahui turut hadir dalam gelaran Milad FPI ke-21 di stadion Rawa Badak, Koja Jakarta Utara (24/8).

Dalam sambutannya ia memberikan harapan kepada FPI agar dapat terus berkembang dan memberi dampak positif untuk umat Islam serta seluruh

bangsa Indonesia. FPI juga diharapkan mampu menjadi perekat persatuan umat dan bangsa Indonesia. Ia juga menyampaikan salam kepada

Rizieq Shihab di Arab Saudi. Dalam kenyataannya, harapan dalam sambutan Anies tak sesuai dengan watak FPI di jalanan yang bersifat keras

dan jauh dari sifat santun seorang muslim.

Bayangkan di tengah sikap keras Indonesia menolak segala bentuk radikalisme dan kekerasan di negeri ini, lalu sekonyong-konyong Gubernur

DKI Baswedan ikutan salat subuh bersama dalam perayaan kemerdekaan Indonesia dan milad Front Pembela Islam (FPI) di Stadion Rawa Badak,

Koja, Jakarta Utara pada Sabtu 24 Agustus! Tunggu…tunggu, salatnya dipastikan tidak masalah, demikian juga perayaan kemerdekaan

Indonesianya. Tetapi, ikutan salat dalam rangka milad FPI kok yah ganjil banget yah? Ehhhmm….ayooo….ada apa yah?

Dilansir dari cnnindonesia Anies tiba sekitar pukul 04.45 WIB menjelang salat subuh berlangsung. Ia mengenakan baju koko berwarna biru

muda, celana hitam, dan peci bewarna hitam. Kabarnya Anies langsung diarahkan untuk naik ke atas panggung kecil, tempat imam memimpin

salat subuh.

“Pagi hari ini udara cerah di Jakarta dan seakan menandai subuh ini penuh berkah. Di sini kita mensyukuri perjalanan 21 tahun FPI,” kata

Anies yang disambut dengan pekik takbir anggota FPI di lokasi tersebut. Dikutip dari: cnnindonesia.com

What????

Wow…weleh…weleh….mantap sekali Anies memainkan perannya, di satu sisi sebagai pejabat negara yang harusnya berdiri tegak membela dan

menjunjung tinggi kepentingan negara, dalam hal ini persatuan dan kesatuan. Tetapi, disaat bersamaan Anies memainkan perannya sebagai

“pelindung” FPI mensyukuri 21 tahun perjalanan partai jagoan ini memporak poranda keutuhan negeri ini dengan bertopeng agama.

Sulit mempercayai ketika Anies berharap FPI dapat terus berkembang, dan memberikan dampak positip untuk umat Islam serta Indonesia,

serta menjadi perekat di negeri ini? Ha????… Terserah, sesukanya Anies saja!

“Ke depan saya berharap mari lebih banyak lagi tunjukan bahwa kehadiran FPI adalah perekat persatuan di umat dan bangsa Indonesia. Kita

jaga dengan langkah dan sikap yang mengedepankan kepedulian sosial. Kami di Jakarta beberapa waktu ini merasakan sekali, hadirnya (FPI)

dan memberi manfaat,” kata Anies. Dikutip dari: cnnindonesia.com

Sulit pangkat tiga kebangetan jujur dan tulusnya bro Anies bahkan di dalam sambutannya menyapa dan mendoakan imam besar FPI, Habib

Rizieq Shihab yang melihat langsung acara tersebut secara live dari Arab Saudi. Ooo…so sweet…ketika cinta berat di ongkos, terpisah oleh

dua negarakah?

“Semoga yang kami cintai dan hormati, Habib Rizieq Shihab yang sedang menyaksikan dari sana (Arab Saudi) agar selalu diberi kesehatan

dan dipanjangkan usianya dalam masa perjuangan,” ungkap Anies. Dikutip dari: tribunnews.com

Wadoww….masa perjuangan yang mana bung Anies? Heheh…masa perjuangan atau masa pengembaraan? Kenapa pengembaraan, karena memang Habib

Rizieq Shihab tidak sedang dalam masa pelarian! Tuh buktinya pemerintah Indonesia tidak mengejar dan menangkap Rizieq, makanya penulis

menyebutnya pengembaraan.

Padahal jangankan keberadaannya Rizieq, bahkan rumah pun pemerintah Indonesia tahu kok dimana di Arab Saudi itu. Lha, khan rumahnya

kabarnya jadi semacam kos-kosan untuk orang Indonesia yang berencana umroh untuk jangka waktu tak terbatas. Hahah…

Anies memang gubernur dengan berbagai rasa, tergantung situasi dan kondisi. Ibarat karet yang lentur bisa menyesuaikan ditarik kemana

saja, ngikut. Memiliki cita rasa berbeda dari gubernur manapun di negeri ini, dan dunia, Anies mampu memerankan berbagai peran

terkecuali peran gubernur! Wkwkwk…..koplak!

Inilah Anies yang manies, disaat FPI izinnya sebagai ormas menjadi persoalan, lalu disaat FPI dengan terang-terangan mengatakan wacana

mendirikan NKRI bersyariah tetapi justru Anies berada bersama FPI memberikan dukungan! Padahal, sebagai pejabat negara yang (maaf)

digaji dari uang rakyat harusnya bagi Anies, NKRI dan Pancasila itu harga mati!

Jadi, jika sekarang ini kita bicara soal kejujuran maka kacamata manapun, bahkan kacamata kuda bisa melihat terang-terangan dimana

posisi Anies sekarang. Ehhmm…tetapi bisa jadi juga ini dikarenakan memang Anies senang merangkul, mengayomi, dan tentunya jangan kita

lupakan karakter Anies yang penuh kejujuran dan kesantunan.

Gara-gara ini mungkin alasannya tanpa ragu dan sungkan Anies pun merangkul dan mengayomi FPI ormas yang begitu kental dengan

radikalisme. Lah…lah…bahaya dong! Heheh..masak sih? Harus diingat, hutang budi Anies terhadap FPI yang telah mengangkatnya setelah

pernah “dicukupkan” oleh Jokowi, dan kemudian “dilebihkan” oleh FPI jadi Gubernur DKI!

Wkwkwk….masuk di logika kita kenapa Anies menunjukkan budi pekerti luhur berlebihan, tahu mengucap terima kasih hingga unlimited!

Iihh…ngeri bro! Meski Anies tidak pernah menunjukkan logikanya, tetapi “bercengkrama” bersama FPI jelas bangetlah untuk kita yang

punya logika, itu bukan Anies apa adanya, tetapi itu sih Anies ada apanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here