Antisipasi Kekeringan di Tarakan, Kementerian PUPR Bangun Dua Embung

Antisipasi Kekeringan di Tarakan, Kementerian PUPR Bangun Dua Embung
159 Pemirsa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun dua embung baru, serta jaringan pipa air baku Indulung sepanjang 11 kilometer untuk menambah pasokan kebutuhan air baku di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Adapun dua embung itu yakni, Embung Rawasari dan Embung Indulung yang ditargetkan rampung pada 2018 mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dengan embung yang ada, kebutuhan air baku di Kota Tarakan baru terpenuhi sebanyak 400 liter per detik. Padahal, kebutuhan air baku Kota Tarakan adalah sekitar 900 liter per detik.

“Di pulau kecil seperti Tarakan kebutuhan airnya tidak bisa mengandalkan air tanah karena terpengaruh air laut sehingga menjadi payau,” paparnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/10/17).

Dengan banyak embung dan waduk menurut Basuki diperlukan untuk menampung air hujan sebagai sumber penyediaan air baku dan mengantisipasi kekeringan pada saat musim kemarau di Kota Tarakan. Mengingat kota dengan luas sekitar 250 kilometer persegi yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara itu merupakan pulau yang tidak memiliki sungai besar.

Oleh sebab itu, embung merupakan solusi yang terbaik untuk memasok kebutuhan air baku di Tarakan lantaran curah hujan di sana cukup tinggi sepanjang tahun.

“Setiap tahun ada hujan meski tidak tiap hari karena Tarakan berhadapan dengan laut lepas,” tambah dia.

Pembangunan Embung Rawasari yang berkapasitas 100 liter per detik kini sudah memasuki tahap dua dari total tiga tahap pengerjaan. Pembangunan dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Basuki berujar pembiayaan pembangunan itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR dengan total biaya mencapai Rp 54 miliar.

Embung Rawasari yang dibangun di Kelurahan Karang Harapan tersebut akan memiliki luas area genangan seluas 3,22 hektare dengan kapasitas tampung sebesar 112 ribu meter kubik.

Sementara, total biaya pembangunan embung, intake dan jaringan pipa Indulung mencapai Rp168 miliar. Embung dengan luas genangan sebesar 2,62 hektare ini memiliki tampungan efektif mencapai 123 ribu meter kubik.

Basuki memperkiran progres pembangunan tahun ini telah mencapai sekitar 70 persen. Diharapkan pembangunan kedua embung tersebut bisa mengoptimalkan potensi air yang ada di Kota Tarakan sehingga cakupan pelayanan meningkat sekitar 70 hingga 75 persen, yang utamanya untuk memenuhi kebutuhan air baku domestik dan industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here