Apresiasi Terhadap Presiden Jokowi yang Kembali Datangi Palu

Apresiasi Terhadap Presiden Jokowi yang Kembali Datangi Palu
Apresiasi Terhadap Presiden Jokowi yang Kembali Datangi Palu
135 Pemirsa

Presiden Jokowi kembali bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu, 3 Oktober 2018. Dengan menggunakan pesawat Boeing 737-400 TNI AU, Kepala Negara berserta rombongan bertolak melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kedatangan kembali Jokowi ke Palu untuk memastikan komitmen dan gerak cepat penanganan pasca bencana di Sulawesi Tengah.

Presiden juga meninjau sejumah daerah terdampak bencana, mulai Keluarahan Petobo, Rumah Sakit Wirabuana hingga hotel Roa-Roa, termasuk mengunjungi sejumlah hunian terdampak bencana dan juga lokasi pengungsian di Kabupaten Donggala.

Setibanya di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Jokowi langsung mengunjungi korban gempa dan tsunami yang mengungsi sekaligus dirawat di rumah sakit darurat yang berada di bandara itu.

Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden melaporkan, sekira 23 pasien ditemui dan disapa Jokowi satu per satu.

Mereka kemudian menyampaikan keluhan-keluhannya kepada Jokowi. Pasien-pasien tersebut berada di rumah sakit darurat Bandara Mutiara Sis Al-Jufri untuk diterbangkan ke Makassar dan Manado guna mendapat perawatan lebih intensif.

Setelah dari bandara, presiden dan rombongan langsung bergerak ke Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Di sana, ia meninjau lokasi reruntuhan desa dan penanganan para korban terdampak bencana di Sulawesi Selatan. Jokowi juga menerima sejumlah laporan yang berkaitan dengan upaya pemulihan aktivitas dan sarana umum yang ada di sana.

“Ini saya ke lapangan lagi untuk melihat kondisi riil setelah saya perintahkan 4 hari yang lalu, baik yang berkaitan dengan evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan terutama penanganan-penanganan yang luka,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, proses evakuasi, pembersihan, dan pencarian korban di lokasi telah berjalan sesuai dengan rencana. Sejumlah alat berat tambahan juga sudah dioperasikan untuk mendukung percepatan penanganan itu.

“Saya lihat semuanya berjalan dengan baik. Evakuasi alat-alat berat sudah masuk semua. Di sini sudah, di Balaroa sudah, dan di tempat lain sudah mulai pembersihan-pembersihan dan pencarian korban sudah mulai dilakukan,” ujarnya.

Sepanjang perjalanan menuju ke lokasi peninjauan, Jokowi juga melihat sejumlah tim dari PLN yang dilaporkan terdiri atas 500 orang sudah mulai melakukan perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh usai gempa.

Jokowi mengatakan, saat ini kebutuhan tersebut sudah mulai didistribusikan ke sejumlah lokasi terdampak gempa. Khusus untuk BBM, Presiden melihat pasokan sudah berangsur normal.

“Logistik sudah mulai masuk dan menyebar. Memang ada tempat-tempat yang belum terjangkau, ini masih dalam proses hari ini. Tadi juga baru saja saya perintahkan, misalnya di Kabupaten Sigi tadi ada 4 kecamatan yang masih memerlukan logistik. Ini akan kita perintahkan untuk diantar ke sana,” ujarnya.

Jokowi berharap, penanganan korban dan wilayah terdampak gempa dapat segera selesai. Pasalnya, bila sudah selesai, pemerintah akan berupaya menghidupkan aktivitas perekonomian warga yang terhenti setelah bencana.

“Kita ingin menghidupkan titik-titik ekonomi baik pasar dan toko-toko dan mengimbau mereka (warga) untuk buka kembali sehingga aktivitas ekonomi menjadi bergerak. Kita berharap proses ini segera selesai untuk masuk ke tahapan berikut, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelas Presiden Jokowi.

Turut mendampingin Presiden Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.

Sebelumnya, dalam kegiatan rapat terbatas yang dilakukan Jokowi di Kantor Presiden (2/10) tentang penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, Jokowi menyampaikan lima arahan khusus.

Pertama terkait evaluasi proses evakuasi yang telah berjalan dengan baik. Kedua terkait proses pengobatan dan merujuk ke RS Makassar yang sudah berjalan dengan baik. Kemudian yang ketiga terkait logistik yang masih dalam proses perbaikan untuk menjangkau wilayah kecamatan.

Keempat terkait permintaan kepada masyarakat, pedagang dan pemilik toko untuk bisa kembali menghidupkan denyut perekonomian. Dan terakhir yang kelima memerintahkan kepala derah untuk mengaktifkan kantor pemerintahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here