Aramco Saudi Arabia Investasikan Rp 140 Triliun Untuk Pembuatan Kilang Di Indonesia

41 Pemirsa

Bidikdata – Perusahaan perminyakan Saudi Arabia Aramco menyatakan minatnya untuk berinvestasi di bidang energi khususnya kilang minyak. PT. Pertamina (Persero) dan The Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco) akhirnya membentuk perusahaan gabungan patungan untuk pembangunan proyek upgrading Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, yang merupakan bagian Refinery Development Master Plan. Nilai investasi proyek ini mencapai enam miliar dollar Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Wiratmaja Puja mengatakan ketertarikan Saudi Aramco investasi lantaran kilang di Cilacap akan menjadi salah satu kilang yang mampu mengolah hasil minyak mentah dengan tingkat sulfur yang tinggi.

“Karena itu mereka sangat tertarik untuk berinvestasi di kilang Cilacap, dibandingkan kilang Bontang dan kilang lainnya,” kata Wirat dalam diskusi bertema Energi Kita di gedung Dewan Pers,

Lokasi kilang tersebut dinilai Saudi Aramco sangat strategis. Hasil pengolahan kilang dapat dengan mudah dibawa ke Arab Saudi melalui jalur laut.

“Dari sisi transportasi ke Cilacap itu lebih mudah. Mereka tidak harus melewati Selat Malaka. Makanya mereka tertarik sekali dengan kilang Cilacap ini,” ujar Wirat.

Perusahaan patungan Aramco dengan Pertamina, ditargetkan bisa dibentuk pada 2019. Dalam perusahaan patungan itu, nantinya Pertamina menguasai saham 55% dan Aramco 45%. Adapun total investasi yang dikeluarkan Aramco mencapai nilai Rp140 triliun.

Rencana ini sejalan dengan target Aramco untuk meningkatkan kapasitas produksi kilangnya, baik di dalam maupun di luar Arab Saudi. Saat ini, produksi BBM dari kilang Aramco 5,4 juta bph dan akan ditingkatkan menjadi 8 juta-10 juta bph.

Aramco menargetkan menjadi perusahaan energi terpadu terbesar di dunia, dengan rencana untuk memperluas operasi kilang dan produk petrokimia.

“Aramco bergerak maju dengan strategi perluasan kilang dan petrokimia. Kita sedang dalam diskusi dengan beberapa mitra potensial di Asia, Eropa dan Amerika Serikat,” kata CEO Saudi Aramco Amin Nasser kepada Reuters akhir tahun 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here