Bachtiar Nasir Pengecut Tak Penuhi Panggilan Polisi

Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir, tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang tak memenuhi panggilan pihak kepolisian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, polisi telah melayangkan panggilan ketiga terhadap Bachtiar, yang dijadwalkan pada 14 Mei 2019. Berdasarkan penuturan kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, mengatakan, bahwa UBN tidak dapat menghadiri pemanggilan Bareskrim Polri pada Selasa (14/5/2019) besok. “Sedang ada undangan dari Liga Muslim Dunia,” kata Aziz dilansir dari Kompas.com, Senin (13/5/2019). Ketika ditanya mengenai lokasi acara Liga Muslim Dunia, Aziz menyebutkan bahwa acara tersebut diselenggarakan di Arab Saudi. Ia juga mengaku tidak mengetahui kapan Bachtiar akan kembali ke Tanah Air. “Di Saudi Arabia. Nanti saya kasih bukti undangannya ya. Belum tahu (kapan kembali ke Indonesia),” ujarnya. Meski demikian, Bareskrim Polri akan menjemput paksa Bachtiar Nasir setibanya di Indonesia. Polisi beralasan Bachtiar sudah 3 kali tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penggelapan dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS). "Pihak pengacara masih kooperatif, masih memberikan alasan ke penyidik tentang ketidakhadiran (Bachtiar Nasir) hari ini. Penyidik juga menyampaikan ke pengacara, sesuai kewenangan penyidik, penyidik akan menjemput paksa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (14/5). Menghindarnya Bachtiar Nasir ke Arab Saudi seolah mengikuti jejak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang lebih dahulu telah berada di Arab Saudi sejak kepergiannya pada April 2017 lalu. Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi saat polisi mengusut kasus pidana pesan singkat bermuata konten pornografi yang diduga dilakukan dengan Firza Husein. Sebelumnya, Habib Rizieq juga terjerat kasus penodaan Pancasila, namun Polda Jawa Barat telah menghentikan kasus tersebut lantaran tidak ditemukan alat bukti yang cukup. Tak ada cerita yang sama namun boleh jadi kisah Rizieq dan Bachtiar bisa saja berakhir sama, yakni sama-sama melarikan diri ke Tanah Suci. Seperti diketahui, Bachtiar Nasir diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.
256 Pemirsa

Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir, tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang tak memenuhi panggilan pihak kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, polisi telah melayangkan panggilan ketiga terhadap Bachtiar, yang dijadwalkan pada 14 Mei 2019.

Berdasarkan penuturan kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, mengatakan, bahwa UBN tidak dapat menghadiri pemanggilan Bareskrim Polri pada Selasa (14/5/2019) besok.

“Sedang ada undangan dari Liga Muslim Dunia,” kata Aziz dilansir dari Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Ketika ditanya mengenai lokasi acara Liga Muslim Dunia, Aziz menyebutkan bahwa acara tersebut diselenggarakan di Arab Saudi. Ia juga mengaku tidak mengetahui kapan Bachtiar akan kembali ke Tanah Air.

“Di Saudi Arabia. Nanti saya kasih bukti undangannya ya. Belum tahu (kapan kembali ke Indonesia),” ujarnya.

Meski demikian, Bareskrim Polri akan menjemput paksa Bachtiar Nasir setibanya di Indonesia. Polisi beralasan Bachtiar sudah 3 kali tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penggelapan dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS).

“Pihak pengacara masih kooperatif, masih memberikan alasan ke penyidik tentang ketidakhadiran (Bachtiar Nasir) hari ini. Penyidik juga menyampaikan ke pengacara, sesuai kewenangan penyidik, penyidik akan menjemput paksa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,”
ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (14/5).

Menghindarnya Bachtiar Nasir ke Arab Saudi seolah mengikuti jejak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang lebih dahulu telah berada di Arab Saudi sejak kepergiannya pada April 2017 lalu.

Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi saat polisi mengusut kasus pidana pesan singkat bermuata konten pornografi yang diduga dilakukan dengan Firza Husein.

Sebelumnya, Habib Rizieq juga terjerat kasus penodaan Pancasila, namun Polda Jawa Barat telah menghentikan kasus tersebut lantaran tidak ditemukan alat bukti yang cukup.

Tak ada cerita yang sama namun boleh jadi kisah Rizieq dan Bachtiar bisa saja berakhir sama, yakni sama-sama melarikan diri ke Tanah Suci.

Seperti diketahui, Bachtiar Nasir diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here