Banyak Kata Indikasi dalam Permohonan Bukti Tim Prabowo Gak Yakin dengan Gugatannya

384 Pemirsa

Setidaknya ditemukan sebanyak 44 kali kata indikasi dalam permohonan gugatan hasil pilpres yang disampaikan Tim kuasa hukum pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi.

Menurut salah satu kuasa hukum, I Wayan Sudirta, hal itu membuktikan bahwa kubu oposisi sendiri tidak yakin atas tudingan-tudingan kecurangan pilpres yang mereka persoalkan di MK.

“Pada dasarnya, dalil-dalil baru yang disampaikan pemohon merupakan dalil indikatif, di mana terbukti kata indikasi digunakan sebanyak 44 kali dalam berkas yang dibacakan pemohon, atau setidaknya 26 kali pada saat disampaikan dalam sidang pendahuluan,” ungkapnya dalam sidang di MK, Selasa (18/6/2019).

Selain itu, I Wayan menyampaikan permohonan yang dibacakan pada sidang perdana Jumat, 14 Juni kemarin juga menyalahi permintaan Ketua Majelis Konstitusi, serta melanggar sejumlah ketentuan beracara di MK.

Hal itu lanjutnya dikarenakan permohonan merupakan versi perbaikan yang berbeda dari permohonan awal yang diserahkan ke MK pada 10 Juni 2019.

“Penyampaian pemohon terhadap materi permohonan yang disampaikan dalam sidang pendahuluan tidak bertitik tolak dari materi yang disampaikan pemohon pada 24 Mei 2019,” ujarnya.

Ia juga juga mengemukakan begitu banyaknya kata indikasi dalam permohonan, merupakan strategi untuk menjebak MK supaya malah menjadi lembaga yang membantu kubu oposisi membuktikan tudingan-tudingan kecurangan.

Namun kubu petahana menilai hal itu sebagai upaya berbahaya, tidak hanya untuk perkara gugatan pilpres, namun juga sistem peradilan Indonesia.

“Pemohon menuntut Mahkamah sendiri untuk ikut membuktikan dalil-dalil pemohon. Di mana hal itu merupakan tuntutan yang tidak berdasar hukum, serta merupakan upaya yang sangat berbahaya,” jelas I Wayan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here