Berbeda Pendukung, Karyawati Menjadi Korban Persekusi dan Dipecat Karena Memilih Jokowi

Berbeda Pendukung, Karyawati Menjadi Korban Persekusi dan Dipecat Karena Memilih Jokowi
21 Pemirsa

Jakarta – Nurullita (40) diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan tempatnya bekerja karena berbeda pilihan politik.

Kuasa hukum Nururllita, Muhammad Rizki, mengatakan kliennya mendapatkan pesangon setelah pemecatan dari perusahaan tersebut.

“Ada pesangon sebesar 3 bulan gaji. Saya lihat ada buktinya. Kalau besarannya saya kurang tahu, kalau tidak salah sekitar Rp 9-12 juta,” kata Rizki kepada online nasional, Kamis (21/3/2019).

Meski begitu, Rizki mengatakan, upah yang diterima Lita selama bekerja diketahui di bawah Upah Minimim Provinsi (UMP) DKI Jakarta, yakni sebesar Rp 3,9 juta

“Jadi pengusaha ini ada sanksi pidananya jika mempekerjakan karyawan atau karyawati dengan kompensasi di bawah UMP,” ujarnya.

Seperti diketahui, Nurullita yang bekerja di sebuah perusahaan bongkar muat di bilangan Tanjung Priok Jakarta Utara, dipecat sepihak oleh perusahaan karena berbeda pandangan politik.

Pemecatan sepihak yang dialami Nurullita berawal dari kehadirannya di pidato kebangsaan Jokowi dalam acara Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 24 Februari lalu.

“Hari Minggu tanggal 24 Februari saya mengunjungi di acaranya Bapak Jokowi dalam perjalanan itu saya sudah udah mulai di-bully,” kata Nurullita.

Dia mengaku sempat meng-upload foto dan video terkait acara itu di media sosial.

Tindakan itu, kata Nurullita, menjadi bahan olok-olok rekan kerjanya di group WhatsApp.

Keesokan harinya, Nurullita langsung dipanggil dan diminta menandatangani surat pemberhentian.

Pimpinannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Joko Widodo.

“Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut. ‘Kamu memilih Jokowi tapi kamu mencari makan di sini, malu dong’ itu kalimat terakhir dia (atasan),” ujar. Nurullita menirukan ucapan atasannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here