Beredar Chat HOAX Megawati Dan Presiden Jokowi, Dipastikan Palsu

616 Pemirsa

BidikData – Sebuah gambar seolah-olah hasil tangkapan layar dari suatu perbincangan antara “Ibu Mega” dengan gambar Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri yang seolah-olah mendesak Presiden Jokowi untuk segera mereshuffle kabinetnya, sedang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan daring lainnya.

Apa yang disampaikan oleh provokator pembuat meme ini antara lain ingin menegaskan propaganda mereka selama ini yang menyebut Presiden Jokowi sebagai presiden boneka. Mereka berkepentingan agar isu bahwa Ketua Umum PDIP lah sebagai pengendali penuh kekuasaan tertinggi di Republik ini tetap terjaga dan terpelihara hingga mereka muncul untuk mencalonkan diri di Pilpres 2019 mendatang.

Isu Presiden Boneka ini tentunya sudah sangat kadaluarsa dan terbukti tidak efektif saat pemilihan presiden 2014 lalu dimana Joko Widodo berhasil mengalahkan capres Prabowo yang berulang kali menyatakan dirinya sebagai capres “bebas tekanan” dan menyindir capres sebelah hanya capres boneka.

Komunikasi yang ingin ditonjolkan oleh pembuat memes HOAX ini telah jelas menghina tingkat literasi masyarakat seolah-olah harus percaya bahwa presidennya menggunakan platform komunikasi mainstream dan milik asing untuk berkomunikasi seperti Whatsapp yang digambarkan dalam memes HOAX itu.

Para penyebar gambar menggunakan narasi yang hampir-hampir serang seperti copas (copy paste), “Bener ga Sih ?”, dan diakui dari organisasi hacker anonim sedunia. Melalui struktur bahasa dan pemilihan diksi bahasa untuk penyebaran gambar HOAX ini patut diduga para penyebar HOAX ini seolah-olah ingin cuci tangan dari jeratan tindak pidana ITE.

Kerja dan perangkap HOAX ini tentu sangat merugikan masyarakat yang tidak ingin lagi dijejali kegiatan penyebaran berita bohong dan provokasi dari orang-orang yang tidak ingin melihat kestabilan nasional tetap terjaga.

Perang antar instansi seolah-olah menjadi cita-cita tertinggi mereka dengan menggoreng isu-isu sensitif melalui bahan bakar hoax dan berita bohong. Kegiatan keji ini sungguh sangat membahayakan keamanan nasional.

Terungkapnya personil-personil Saracen sebagai jaringan penyebar kebencian dan berita bohong yang semata-mata berorientasi materi telah membuka lebar mata masyarakat bahwa mereka sejak sekarang harus lebih waspada untuk tidak tertipu. Tidak Tertipu dan selalu waspada oleh gambar-gambar dan memes serta gimmik yang direkayasa untuk menegasi seseorang, memfitnah seseorang bahkan secara sporadis juga membangkitkan isu SARA.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here