Berikut Kronologis Penangkapan Rizieq Shihab Oleh Polisi Arab Saudi

0
48

Bidikdata – Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan kebenaran kabar bahwa Muhammad Rizieq Shihab berurusan dengan kepolisian Arab Saudi usai mengibarkan bendera yang “mirip dengan bendera ISIS” di kediamannya di Mekkah.

Kemenlu RI menyebut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu sempat diperiksa aparat keamanan Arab Saudi. Pemeriksaan tersebut terkait laporan warga negara Saudi yang melihat bendera terpasang di depan rumah Rizieq di Mekkah.

Berikut Kronologisnya:

Pada tanggal 5 november 2018 sekitar pukul 08.00 WAS tempat tinggal MRS didatangi oleh pihak kepolisian Makkah karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis pada dinding bagian belakang rumah MRS, pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh kepolisian Makkah.

Kemudian pada pukul 16.00 WAS, MRS dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah.

Kemenlu mengatakan, bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme. Pemantauan dalam Medsos juga dipantau oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada Selasa, 6 Nopember 2018 sekira pukul 16.00 WAS.

Lalu pada 6 November 2018 Dubes RI langsung memerintahkan DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut.

Di hari yang sama pada pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staff KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan.

Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel menuturkan, bahwa pihaknya akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS.

Menlu Retno Marsudi juga melakukan komunikasi dengan Dubes untuk memastikan info tersebut dan mendorong dan memerintahkan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pengayoman kepada MRS dalam menghadapi kasus yang dihadapi MRS

Rizieq sebelumnya menyerukan agar simpatisan FPI mengibarkan bendera tauhid, menyusul pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia pada peringatan Hari Santri di Garut, pekan lalu. Dia juga meminta pendukungnya mengibarkan bendera serupa di tempat kerja dan profil media sosial. Seruan tersebut ikut melatari aksi demonstrasi 211 pada awal November lalu.

Bendera al-Rayat dengan tulisan kalimat Syahadat rajin dipakai kelompok teror sejak Taliban dan Al-Qaida berkuasa di Afghanistan pada dekade 1990an. Terakhir kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) menggunakan bendera serupa untuk keperluan jihad.

Rizieq sendiri bermukim di Arab Saudi sejak April 2017 menyusul kasus dugaan chat mesum dan penodaan Pancasila yang ditangani kepolisian. Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh mengklaim masa izin tinggal miliknya sudah berakhir sejak 20 Juni dan sebabnya harus membayar denda.

Pemerintah sendiri sudah mempersilakan Rizieq Shihab untuk pulang, lantaran sebagian kasus yang dihadapinya sudah dihentikan. Meski demikian hingga kini Rizieq belum mengindikasikan bakal pulang ke tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here