BNN Ungkap Penyelundupan Sabu 10 KG dari Malaysia

48 Pemirsa

bidikdata.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar praktik pengedaran narkotika jaringan internasional. Upaya tersebut guna meminimalisir penyelundupan dan peredaran narkoba di Indonesia.

Beberapa hari lalu BNN berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram di Batam, Kepulauan Riau, dari seorang tersangka berinisial JAR.

Penangkapan terhadap JAR dilakukan pada Kamis (20/7/17) dini hari. Tersangka JAR memang cukup lihai, untuk mengelabui petugas, tersangka menyembunyikan barang bukti sabu sabu dari Malaysia itu dengan cara disembunyikan di dalam mesin cuci.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, JAR adalah pemasok sabu dari beberapa pengedar narkoba yang telah ditangkap BNN di Bandara Soekarno Hatta, Denpasar, Jambi, dan Palembang beberapa hari yang lalu.

Adapun total barang bukti narkoba yang sudah diamankan dari tersangka seberat 18 kg. “Narkoba jenis sabu tersebut diselundupkan dari Malaysia,” ungkap Arman, Sabtu (22/7/2017).

Banyak faktor yang bisa mengancam ketahanan nasional bangsa, salah satu yang paling menakutkan adalah serangan narkotika dan obat-obatan (narkoba) terhadap generasi muda masa kini.

Tindak kejahatan penyalahgunaan narkoba saat ini telah menjadi ancaman nyata yang sangat berbahaya dan sangat merugikan kehidupan manusia dan kehidupan bangsa, yang pada gilirannya dapat mengancam ketahanan nasional.

Bisa dikatakan bahwa ketahanan nasional kita sedang dihadapkan pada masalah amat serius. Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja.

Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang bahkan bisa dikatakan bahwa narkoba adalah masalah bangsa yang melibatkan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo geram melihat peredaran narkoba di Indonesia yang sudah memasuki kategori darurat. Jokowi pun meminta aparat keamanan untuk tidak ragu menindak tegas pengedar narkoba, jika perlu, ditembak mati.

Jokowi menilai sudah tidak ada waktu lagi memberi ruang pada pengedar narkoba di Indonesia. Sudah banyak anak bangsa, khususnya pemuda, yang mati karena narkoba setiap hari.

“Sudahlah tegaskan saja, terutama pengedar narkoba asing yang masuk, kemudian sedikit melawan, sudah langsung ditembak saja,” tegas Presiden di Ancol, Jakarta, Jumat (21/7).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here