BNPT Siap Pimpin Tim Pemulangan Keluarga Eks Anggota ISIS

BNPT Sudah Kalkulasi Resiko Pemulangan Mantan Anggota ISIS
69 Pemirsa

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius mengatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) siap memimpin tim untuk memulangkan keluarga mantan anggota ISIS dari Suriah.

Menurut Suhardi, jika sudah ada keputusan terkait pemulangan eks anggota ISIS, BNPT akan membentuk satuan tugas.

Satuan tugas itu kata Suhardi melibatkan Kementerian Luar Negeri, BIN, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Polri. Namun Tim itu dibentuk jika sudah ada keputusan dari pemerintah.

Meski keputusan belum ada, namun BNPT sudah mulai melihat dan menginventarisasi berbagai hal terkait masalah tersebut.

“Lihat saja siapa yang berangkat, tapi yang memimpin kami usulkan BNPT. Kami sudah ada Satgas FTF (Foreign Terrorist Fighters),” kata dia di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (9/7/2019).

Lewat satuan tugas ini, BNPT akan mengkoordinasi kementerian dan lembaga mengenai peran masing-masing di Suriah maupun di Indonesia. BNPT juga menghitung risiko terkait pemulangan keluarga mantan anggota ISIS.

“Ini bukan sekadar memulangkan orang, tetapi juga terkait ideologi mereka yang sudah keras dan bagaimana mereduksi itu, bagaimana perlakuannya. Itu harus kita pikirkan secara baik,” ujarnya.

Selain itu BNPT juga akan meminta pendapat para ulama, baik dari NU, Muhammadiyah, maupun ormas lain, terkait pemahaman agama eks anggota ISIS. Namun yang terpenting tambah Suhardi, bagaimana BNPT bisa mengidentifikasi sejauh mana mereka terpapar ideologi radikal.

“Bagaimana kita memberikan obat kalau kita tidak tahu mendiagnosis penyakit. Mudah-mudahan kita bisa membuat konsep yang pas, sebelum Presiden membuat keputusan politik,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan persyaratan kepada eks kombatan ISIS di Suriah agar bersumpah setia kepada Pancasila dan bertobat.

“Janji dulu, kalau jadi ISIS ya nggak usah saja. Kalau nggak mau insyaf, ya nggak bisa,” kata Ryamizard di gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (9/7/2019).

Ryamizard mengatakan eks kombatan ISIS itu harus berjanji tidak terlibat kembali dengan jaringan tersebut. Menhan mengatakan harus ada perjanjian secara lisan dan tertulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here