BSSN Sebut Serangan Siber Meningkat Menjelang Pemilu 2019

BSSN Sebut Serangan Siber Meningkat Menjelang Pemilu 2019
BSSN Sebut Serangan Siber Meningkat Menjelang Pemilu 2019
291 Pemirsa

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi mengungkapkan bahwa serangan siber terus meningkat menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Dari Januari hingga Oktober 2018, BSSN mendeteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware yang paling banyak menyerang domain ac.id, co.id, dan go.id.

Dalam sambutan pada Seminar Diseminasi Ancaman Siber tahun 2018 dengan tema “Mewujudkan Ruang Siber yang Kondusif dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Pileg dan Pilpres Tahun 2019”, Djoko mengatakan potensi ancaman serangan siber terus berkembang semakin pesat bahkan lebih cepat dari perkembangan teknologi dan kemampuan antisipasinya. Sehingga berisiko mengakibatkan krisis di segala bidang dengan skala penyebaran massif.

“Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi berbagai pemangku kepentingan keamanan siber nasional untuk membangun kepercayaan, kapabilitas, dan mekanisme koordinasi yang cepat dalam mendeteksi ancaman serangan siber sehingga ancaman dan serangan dapat ditangani dengan baik dan tidak meluas,” katanya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

BSSN memprediksi tiga serangan siber yang akan menghantui pada pemilihan legislatif dan presiden maupun wakil presiden (pileg dan pilpres) 2019.

Ketiganya adalah hack(peretasan), leak (pembocoran data), dan amplify (publikasi data pribadi.

Sebelumnya, BSSN melaporkan telah terjadi 143,6 juta serangan siber sepanjang Januari hingga Juni 2018. Kini, jumlahnya terus meningkat.

Menurut dia, dalam 10 bulan terakhir serangan siber terus meningkat, oleh karenanya perlu diantisipasi. Selain itu juga terdapat 2.363 pengaduan publik dengan persentase 61 persen berupa fraud (gangguan).

Perlu diketahui, BSSN menggelar seminar keamanan siber dengan pembicara dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, Bareskrim Polri, PT Telkom, dan praktisi IT terkemuka dihadirkan untuk mendiskusikan tren ancaman siber beserta skema langkah antisipasinya.

Perwakilan berbagai institusi terkait keamanan ranah siber Indonesia dari sektor pemerintah, infrastuktur informasi kritikal nasional, dan ekonomi digital hadir untuk mendapatkan informasi terkini hasil deteksi ancaman siber tahun 2018 dan prediksi ancaman siber tahun 2019, terutama yang terkait dengan gangguan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres tahun 2019.

Djoko berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan sekaligus, kesadaran, kepedulian, serta kewaspadaan seluruh pihak terkait keamanan ranah siber agar selalu siap menghadapi ancaman siber, utamanya yang terkait dengan penyelenggaraan pileg dan pilpres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here