BSSN Temukan Banyak Alat Sadap Saat ‘Bersihkan’ Mobil Pejabat

BSSN Temukan Banyak Alat Sadap Saat 'Bersihkan' Mobil Pejabat
235 Pemirsa

Guna mengamankan kerahasiaan negara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan pengecekan secara rutin terhadap sejumlah mobil pejabat negara. Hal tersebut bentuk upaya BSSN dalam melakukan perlindungan terhadap potensi kebocoran informasi melalui penyadapan illegal.

Kepala BSSN Djoko Setiadi mengatakan, setiap pejabat negara harus diamankan dari setiap upaya penyadapan. Meski begitu Djoko tak menjelaskan secara detail mengenai banyaknya alat sadap yang ditemukan saat melakukan pengecekan tersebut.

“Banyak, saya lupa, banyak sekali,” kata Djoko saat dihubungi, Selasa (6/2/18).

“Pokoknya pejabat tinggi negara, perlu diamankan, perlu dijagain. (Secara) periodik. Ya itu tergantung situasi dan kondisi,” kata dia menambahkan.

Selain itu, Djoko menerangkan pemeriksaan juga dilakukan jika ada permintaan dari pejabat yang merasa ponsel miliknya telah disadap.

“Ya itu kira-kira yang memungkinkan (pengcekan terhadap ponsel), ya kita lihat, bisa dimana saja, kalau dia pejabat itu ragu-ragu, ya kita bantu untuk mengamankan, nggak ada batasan,” paparnya.

Sementara juru bicara BSSN Anton Setiyawan mengatakan pengamanan terhadap pejabat negara bertujuan untuk melindungi bocornya rahasia negara. Menurutnya, informasi tersebut bisa bocor melalui gelombang elektromagnetik.

“Pengamanan BSSN terhadap pejabat negara adalah pengamanan yang bersifat non fisik. Dalam hal ini dilakukan dengan tujuan guna melindungi informasi/rahasia negara/dinas. Biasanya berkaitan dengan pencegahan kebocoran informasi melalui gelombang elektromagnetik. Dilakukan rutin sesuai jadwal pejabat bersangkutan,” ujar Anton.

Hal yang sama juga dilakukan saat tim BSSN mengecek mobil Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan pada Selasa (6/2) kemarin. Isu penyidik KPK menggeledah mobil Luhut pun dipastikan hoax.

“Salah satu tugas BSSN (dulu Lemsaneg) adalah memberikan pengamanan terhadap VVIP dari berbagai ancaman/kerawanan sinyal elektromagnetik. Apa yang dilakukan tim pagi ini di Kemenko Maritim adalah tugas rutin biasa,” imbuh Anton.

Terkait hal itu Kepala Biro Umum Kemenko Maritim Djoko Hartoyo mengatakan, pemeriksaan merupakan permintaan langsung oleh pihak Kemenko Maritim.

“Iya kita yang mengundang. Kita yang minta (pemeriksaan). Siapa tau ada yang masang penyadap. Termasuk kita juga meminta personel dari BSSN untuk dipekerjakan di Kemenko Maritim,” ujar Djoko di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Dia menyatakan pemeriksaan merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh kementeriannya. Hal ini dijelaskan dia, pemeriksaan dilakukan ketika datangnya tamu penting ke kantor Kemenko Maritim.

“Biasanya kalau ada tamu negara, Perdana Menteri (PM), sama (pemeriksaan oleh BSSN dilakukan). Kita juga lakukan itu. Waktu itu ada PM Skandinavia, Denmark, Norway ke sini, pasukan paspampres juga dari teman-teman BSSN melakukan standar sama dengan istana,” jelas dia.

Pemeriksaan juga tak hanya dilakukan pada mobil Luhut, namun juga pada seluruh gedung Kemenko Maritim. Dia menyebutkan dari hal pemeriksaan tidak ditemukan adanya penyadapan. “Enggak ada (penyadapan), aman,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here