Buntut Penggerebekan Karaoke Sense Oleh BNN, Pemrov DKI Akan Tutup

Buntut Penggerebekan Karaoke Sense Oleh BNN, Pemrov DKI Akan Tutup
196 Pemirsa

Badan Narkotika Nasional (BNN) sampai saat ini masih terus mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait peredaran narkotika di 36 diskotek di Jakarta, saat ini angkanya telah mengerucut.

Pada Jumat (6/4/2018) silam, Irjen Arman Depari memaparkan kebanyakan diskotek tersebut berada di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Untuk itu BNN terus menggelar razia di tempat karaoke. Salah satunya ditempat hiburan karaoke Sense di Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Rabu (11/4). Razia dengan melakukan penggeledahan di tiap ruangan itu dilakukan sejak Pukul 15.00 WIB hingga Pukul 02.00 WIB.

Dalam razia terseebut, BNN berhasil mengamankan puluhan orang dan berbagai jenis narkoba. Parahnya lagi, narkoba yang ditemukan itu diedarkan di ruang karaoke tersebut kepada pengunjung yang datang.

“Berhasil mengamankan para pengunjung dan pihak managemen yang diduga sebagai pengedar dan pemakai sebanyak 36 orang dan barang bukti narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja, ketamin dalam plastik-plastik kecil untuk diedarkan dalam ruang karaoke,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari dalam pesan singkat, Kamis (12/4).

Kini untuk sementara ruangan itu disegel dengan dipasang garis polisi. Saat ini seluruh hasil yang ditemukan sudah dibawa ke kantor BNN Cawang untuk menjalani pemeriksaan.

Buntut dari pengerebekan BNN, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan menutup tempat hiburan Sense di Mangga Dua Square.

Anies mengatakan saat ini Pemprov DKI telah mengumpulkan bukti-bukti penyalahgunaan narkoba. Jika dirasa bukti sudah cukup, kata Anies, Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) akan dicabut sehingga Sense tidak bisa lagi beroperasi.

“Jadi siap-siap dalam waktu pendek ini mereka akan menerima surat penutupan, pencabutan tanda daftar usaha pariwisata tdup nya akan dicabut. Ya kalau dicabut, selesai,” tegas Anies di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Penutupan tersebut lanjut Anies, sesuai Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Dalam Pergub tersebut, pencabutan izin akan dilakukan disemua jenis usaha yang lain, seperti yang dilakukan pada Hotel Alexis.

” Begitu kejadian langsung kami tutup,” tegas Anies.

Dari kejadian ini diharapkan, Pemprov Jakarta terus melakukan pemeriksaan rutin dan penertiban terhadap keberadaan tempat hiburan di Jakarta yang melanggar aturan sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap peredaran Narkoba. Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab agar keberadaan pusat hiburan tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan BNN selama ini dalam mememerangi Narkoba di Indonesia tidak sia-sia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here