Cara Berpikir Radikal Hambat Indonesia Maju

140 Pemirsa

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan radikalisme dan intoleransi tercermin dari cara berpikir dan berperilaku. Hal itu kata Ma’ruf mengatakan, harus dihilangkan untuk mencapai visi Indonesia Maju.

Menurutnya, cara berpikir radikal bisa menghambat pencapaian Indonesia Maju.

“Hilangkan hambatan-hambatan termasuk perpecahan, radikalisme dan intoleransi. Itu kerikil-kerikil yang bisa menghambat tercapainya Indonesia Maju,” kata Wapres Ma’ruf dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Sakit Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11).

Wapres Ma’ruf mengibaratkan visi Indonesia Maju sebagai sebuah pesawat yang harus diterbangkan. Saat ini yang harus dilakukan Pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama adalah dengan mempersiapkan landasan untuk lepas landas.

“Supaya kita cepat melakukan take-off, maka harus dibuat landasan yang kuat. Kerikil dan becek itu harus dihilangkan. Kalau tidak kita bersihkan kerikil dan becek itu, maka kita tidak mungkin tinggal landas,” ujarnya

Ma’ruf pun menyinggung soal yang lagi ramai soal intoleransi, yakni cadar dan celana cingkrang. Tapi lanjut Ma’ruf sebenarnya, radikalisme dan intoleransi itu adalah cara berpikir yang harus dibetulkan, cara perilaku dan cara bertindak yang harus diubah.

Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan cita-cita sebagai negara maju, masyarakat harus dapat mengubah pikiran, perilaku dan tindakan radikal serta intoleran.

Masyarakat harus berhenti berpikir radikal dengan memaksa apa yang dianut dan dipahaminya sebagai suatu kebenaran mutlak yang harus diikuti oleh orang lain. Tak hanya itu, masyarakat juga harus saling menjaga toleransi dan hubungan baik antarindividu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here