Dengan Kartu Keluarga, Warga Miskin Bekasi Berobat Gratis

0
275
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat addendum penandatangan kerjasama soal TPST Bantargebang di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

bidikdata.com| Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Pepen), meluncurkan kartu sehat berbasis nomor induk kependudukan (NIK) bagi warga tak mampu. Menurut dia, sebanyak 26.708 keluarga yang terfasilitasi kartu tersebut dipastikan bebas biaya berobat di rumah sakit.

“RSUD maupun rumah sakit swasta yang berdiri di Kota Bekasi harus menghargai kartu tersebut,” kata Pepen, hari ini (16/1/2017).

Menurut Rahmat, kartu tersebut bisa dipakai di 37 rumah sakit swasta yang berkerja sama dengan pemerintah. Karena itu, Rahmat meminta agar pihak rumah sakit tidak menolak pasien miskin pemegang kartu tersebut ketika berobat.

Kartu tersebut, ujar Rahmat, merupakan realisasi dari penggunaan kartu keluarga (KK) sebagai pelayanan dasar kesehatan bagi warga tak mampu di Kota Bekasi. Karena itu, pemerintah menerbitkan satu kartu yang berisi data base satu keluarga di dalam KK.

“Data itu telah sinkron antara data di Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan,” ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, kartu tersebut juga bisa untuk masyarakat Kota Bekasi dengan penghasilan di bawah atau sama Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi 2017 sebesar Rp 3,5 juta.

“Jadikan kartu sehat ini sebagai kartu bermartabat dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” kata Rahmat.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Bekasi, Dadi Kusradi, mengapreasi langkah Pemerintah Kota Bekasi yang memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk kartu berbasis nomor induk kependudukan.

“Tingkat keakuratan data semakin valid berdasarkan NIK, diharapkan tidak ada double kartu,” tutur Dadi.

Karena itu, lembaganya meminta kepada rumah sakit swasta untuk menaati kebijakan baru ini. DPRD tak ingin ada laporan dari warga bahwa masyarakat pemegang kartu tersebut dipersulit ketika berobat di rumah sakit swasta atau milik pemerintah.

“Jangan menistakan kartu sehat ini,” kata Dadi. (KP)