Data BPS Menjunjung Independen dan Bebas Intervensi

Data BPS Menjunjung Independen dan Bebas Intervensi
Data BPS Menjunjung Independen dan Bebas Intervensi
200 Pemirsa

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto merasa geram lantaran pihaknya kerap dianggap tidak menyampaikan data yang akurat.

Bahkan lebih dari itu, mereka juga disebut tidak independen dan cenderung pro pemerintah.

Secara tegas Suhariyanto menyatakan, pihaknya sangat menjunjung tinggi indepedensi dalam pencarian maupun penyampaian data.

Ia menegaskan, bahwa mtodologi BPS mengacu pada panduan PBB komisi statistik dan lembaga inernasional (Fundamental principles of official statistics).

“Yang namanya BPS di seluruh dunia itu independen. Kalau nggak, BPS dibubarin aja,” ujar dia, Sabtu (24/11/2018).

Suhariyanto menjelaskan, ada beberapa comtoh data yang kerap dikritisi, salah satunya angka kemiskinan.

Berdasarkan data per Maret 2018, pertama kalinya Indonesia berhasil mencatat kemiskinan satu digit, yakni sebesar 9,82 persen.

Angka itu menurutnya memang terjadi penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kemiskinan turun kemarin jadi 9,82 persen kalau lihat trennya sebelumnya turunnya lebih tajam dan landai. Tapi ributnya setengah mati. Metodologinya tetap sama,” tegas dia.

Ia pun menilai, kegaduhan pada data BPS terjadi karena kubu pengritik tidak suka dengan capaian angka kemiskinan Indonesia yang berhasil satu digit.

Apalagi saat ini, Tanah Air sudah memasuki tahun politik.

“Dugaan saya dua, ini pertama karena tembus satu digit dan satu lagi tahun politik. Tahun kemarin juga cemerlang.

Saya bisa tunjukkan dipasritas kemiskinan anta provnsi antar desa dan kota. Harga beras betul-betul stabil tapi naik terus ya BPS harus sampaikan capaian (apa adanya),” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here