Deklarasi Dukungan Ulama Dan Kyai Untuk Cawapres Kyai Bukan Politik Identitas

0
92
Deklarasi Dukungan Ulama Dan Kyai Untuk Cawapres Kyai Bukan Politik Identitas
Deklarasi Dukungan Ulama Dan Kyai Untuk Cawapres Kyai Bukan Politik Identitas

Penggunaan istilah ‘buta’ dan ‘budek’ oleh cawapres KH. Ma’ruf Amin menurut – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding untuk menyindir mereka yang tak melek kesuksesan Jokowi.

Adalah orang yang ‘buta’ dan ‘budek’, hanya kiasan untuk menyindir kubu lawan yang tak mengakui prestasi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama empat tahun belakangan.

Kubu Prabowo belakangan ini mulai menyerang KH. Ma’ruf yang menggunakan istilah tersebut akan menyinggung para penyandang disabilitas.

Mereka memprovokasi bahwa ucapan Kyai Ma’ruf tersebut mencederai kalangan difabel/disabilitas.

Padahal secara nyata Presiden Jokowi telah mengingatkan kepada semua pihak bahwa mereka yang memiliki kekurangan secara fisik maupun mental hanya diperhatikan selama penyelenggaran Asian Para Games 2018.

Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sekitar 6 juta orang. Mereka terdiri dari penyandang tuna daksa, tuna wicara, tuna rungu, dan lain-lain.

Komitmen Jokowi terhadap kaum disabilitas ini juga bisa dilihat dari visi misi untuk pemerintahan mendatang. Visi dan misi itu yakni memberikan perlindungan bagi kaum difabel termasuk memperluas lingkungan sosial dan memberikan pendidikan yang ekslusif. Serta memberikan fasilitas yang ramah pada difabel di fasilitas umum dan transportasi.

Karding mengatakan, pernyataan Ma’ruf soal budek dan buta itu sebenarnya hanya bahasa yang biasa dipakai semacam kiasan agar masyarakat mudah mengerti dan mudah memahami. “Itu kiasan yang sangat biasa, sehari-hari. Artinya Kiai Ma’ruf mendorong semua pihak termasuk oposisi itu bisa berfikir dan bersikap obyektif,” kata Karding lewat keterangannya pada Ahad, 11 November 2018.

Menurut Karding, pernyataan Ma’ruf tersebut ditujukan kepada kubu Prabowo Subianto. Intinya, Ma’ruf Amin ingin mengatakan bahwa selama ini narasi-narasi dibangun pihak lawan seakan-akan tidak mengakui banyak prestasi Jokowi.

Misalnya, di bidang infrastruktur, program yang berpihak kepada masyarakat, serta menurunkanya kemiskinan menurun. “Ini tidak diakui (mereka). Jadi itulah bahasa yang paling mudah menyampaikan ke rakyat bahwa orang-orang seperti itu namanya budek dan buta,” ujar Karding.

Sementara itu mengenai politik identitas Ma’ruf Amin menyinggung ucapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan Pilpres 2019 kian marak pertarungan politik identitas ketimbang program. Ma’ruf mengklaim pihaknya sudah mengkampanyekan program seperti pesan kesuksesan pemerintahan Presiden Jokowi-JK selama ini.

“Saya kira enggak ada politik identitas. Justru adu program. Bagaimana apa yang sudah dan apa yang akan (dilakukan pada 2019-2024),” kata Ma’ruf di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Ma’ruf menuturkan, selama ini dirinya memperjuangkan landasan, capaian, dan perolehan pemerintahan Jokowi. Dia mengaku selalu menekankan bahwa apa yang sudah dikerjakan ini untuk manfaat lebih besar di kemudian hari.

“Memperbesar kemaslatan, menambah atau melakukan penyesuaian atau mengadjust, menyempurnakan. Itu pendekatannya programming, pendekatakan konsep bagaimana membangun ke depan, nggak ada identitas,” jelas Ketua MUI.

Ma’ruf Amin membantah jika deklarasi ulama dan kiai dikaitkan dengan politik identitas. Menurutnya itu karena pihak yang mendeklarasikan dukungan memiliki kesamaan dengan pasangan calon presiden.

“Tapi kalau misalnya orang NU mau mendukung orang NU itu kan wajar saja. Misalnya pemimpin NUnya dia mendukung, itu bukan politik identitas tetapi merasa ada kesamaan,” jelasnya.

Ma’ruf Amin mengaku ogah berkampanye dengan politik identitas. Dia dan Jokowi pun sudah sepakat tak memainkan politik identitas.

“Kita kan sudah sepakat tidak membawa politik identitas pendekatakannya. Ya nggak tahu yang lain tapi dari kita, dari 01 tidak,” pungkas Ma’ruf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here