Delapan Fokus Kerja Kejagung Berujung pada Penegakkan Hukum yang Akan Dirasakan Masyarakat

Delapan Fokus Kerja Kejagung Berujung pada Penegakkan Hukum yang Akan Dirasakan Masyarakat
Delapan Fokus Kerja Kejagung Berujung pada Penegakkan Hukum yang Akan Dirasakan Masyarakat
190 Pemirsa

Jaksa Agung ST Burhanuddin membeberkan delapan fokus kerja yang akan dilakukannya dihadapan DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).

Fokus pertama yang ditekankan yakni terkait penanganan suatu perkara agar tidak sekadar mempidanakan perilaku dan mengembalikan kerugian negara. Burhanuddin ingin Kejaksaan dapat  memberikan solusi perbaikan sistem agar tidak terulang lagi.

Kedua, Burhanuddin menyoroti sejumlah perda yang dianggap menghambat perizinan investasi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar investasi lancar.

“Maka saya telah menginstruksikan kepada para kajati (kepala kejaksaan tinggi) untuk memonitor keberadaan perda-perda tersebut,” ujar ST Burhanuddin dalam rapat.

Ketiga, Burhanuddin berharap meningkatan peran Kejaksaan dalam mendukung pengamanan aset-aset pemerintah daerah BUMN dan BUMD yang terbengkalai, tidak terurus, atau dikuasai oleh pihak lain. Sehingga aset itu bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Keempat, Kejaksaan diharapkan bisa memanfaatkan informasi dan teknologi (IT), yang mendukung keberhasilan tugas kejaksaan. Misalnya, pengembangan aplikasi sistem manajemen, pidaana umum, pidana khusus, tata usaha negara dan pengawasan sebagai salah satu persyaratan reformasi birokrasi

Kelima, Burhanuddin ingin menciptakan mekanisme Pengawasan yang ketat, untuk menjaga konsistensi pelaksanaan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi, dan wilayah bersih melayani.

“Kejaksaan menjadikan percontohan untuk satuan kerja lain, untuk dapat memperoleh peringkat tersebut,” ucapnya.

Keenam, Burhanuddin mengarahkan para kejati untuk meningkatkan sistem complain and handling management, yang mampu meningkatkan pelayanan hukum. Sehingga dapat terwujud perlayanan terpadu satu pintu sebagai bentuk pelayanan dan keterbukaan informasi publik.

Ketujuh, Burhanuddin berupaya mengoptimalkan kinerja dan inovasi yang sudah diterapkan. Sehingga, dapat meningkatkan kinerja di satuan kerja agar agar diimplementasikan dalam skala nasional.

Terakhir yang kedelapan, Kejaksaan akan memanggil peran masyarakat. Misalnya untuk mengikuti seleksi pegawai Kejaksaan.

“Bahwa Kami sedang menerima calon-calon jaksa, dan saya berharap bisa menyaring calon-calon jaksa sebanyak mungkin, sehingga kami dapat memilih calon-calon jaksa terbaik dan kelak jadi penerus kami,” ujarnya.

Dari delapan fokus kinerja Kejaksaan Agung yang sudah diungkapkan, semua berujung pada manfaat penegakan hukum yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Walaupun demikian, diharapkan agar Kejagung dapat bekerja profesional, loyal dan berintegritas dalam menegakkan hukum dan menciptakan keadilan di masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here