Desa Kwaebandan Papua Teraliri Listrik Melalui Program Ekpedisi Papua Terang

Desa Kwaebandan Papua Teraliri Listrik Melalui Program Ekpedisi Papua Terang
Desa Kwaebandan Papua Teraliri Listrik Melalui Program Ekpedisi Papua Terang
20 Pemirsa

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, bahwa kegiatan Ekspedisi Papua Terang (EPT) yang dilaksanakan PT PLN (Persero) telah menuai hasil.

Edwin mengungkapkan, berdasarkan laporan PLN ada 36 rumah penduduk Desa Kwaebandan kini telah teraliri listrik yang bersumber dari pembangkit lsitrik tenaga air (Piko Hidro) dengan kapasitas 1 kw yang dibangun di dekat desa tersebut.

“Terima kasih kepada PT PLN yang telah mewujudkan Desa Kwaedamban ‘Terang’. Terima kasih juga kepada Mahasiswa/i yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Ekspedisi Papua Terang,” kata Edwin di Bontang, Minggu (28/10/2018).

Edwin menambahkan, selain mewujudkan listrik di Desa Kwaebandan, PLN juga akan mengaliri listrik di Distrik Borme.

Caranya, dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik yang telah ada atau menambah pembangkit listrik baru yang memanfaatkan aliran air sungai di wilayah tersebut.

Menurutnya, keberadaan listrik baik di Desa Kwaedamban maupun di Distrik Borme akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Selain sebagai penerangan di rumah-rumah , listrik dari sumber pembangkit akan dimanfaatkan untuk penerangan di fasilitas-fasilitas umum sperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah serta dialirkan untuk mendukung layanan komunikasi di wilayah setempat.

Sementara itu, General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) Ari Dartomo mengatakan, saat ini tim ekspedisi sedang melakukan verifikasi data oleh PLN WP2B guna mendapatkan data yang akurat.

Desa-desa yang telah disurvei secepatnya akan dilistriki oleh PLN sesuai dengan harapan warga desa.

“Kami akan segera menindaklanjuti hasil survei. Terima kasih kepada teman semua yang kurang lebih 2 bulan membantu PLN dan pemerintah pusat dalam melakukan survei desa yang ada di Papua dan Papua Barat,” kata Ari.

Ia berharap desa-desa di Tanah Papua yang belum teraliri listrik akan dilakukan secara bertahap.

Oleh karena itu, hasil data survei yang diperoleh Tim Ekspedisi, tambah dia akan diseleksi oleh PLN dengan dua cara yaitu melakukan perluasan jaringan (grit) dan membangun pembangkit baru.

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, PLN terus berupaya untuk memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ada pada suatu desa guna melistriki desa tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here