Digerakkan Kelompok Tertentu Untuk Fitnah Ganjar 4 Media Online Dilaporkan Ke Polda Jawa Tengah

98 Pemirsa

Bidikdata – Empat portal media online dilaporkan oleh Relawan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dulur Ganjar, Ke Polda Jawa Tengah. Mereka melaporkan empat media online karena menulis bahwa Ganjar Pranowo ditingkatkan statusnya sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP.

“Dasar pelaporan karena empat media itu dianggap menyebarkan hoax” kata Ketua Relawan Dulur Ganjar, Wisnu Brata.

Pelaporan dilakukan Wisnu Brata, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Empat situs berita yang dilaporkan adalah pantau.com, islamedia.faith, Warta Riau, dan tajuk.co.id. Namun, menurut Wisnu, situs tajuk.co.id tidak bisa lagi diakses. Dia menyebut sudah melakukan tangkapan layar.

“Hari ini sudah ditutup,” kata Wisnu, Sabtu (17/3/2018).

Dalam beritanya, tulisan dalam empat media itu isinya sama persis. Mereka menulis pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo yang menyebutkan adanya calon tersangka dari calon kepala daerah beberapa waktu yang lalu.

“Kami melaporkan empat media online yang mengatakan Ganjar Pranowo hari ‘Jumat Keramat’ kemarin sudah menjadi tersangka. Faktanya, sampai hari ini tidak ada pernyataan resmi,” kata Wisnu di Polda Jateng, Sabtu (17/3/2018).

“Faktanya, hingga saat ini KPK tidak menyebut dan mengumumkan nama Ganjar Pranowo. Ini sungguh hoax dan tidak benar itu,” tambah Wisnu.

Menurut Wisnu, dalam judul yang diakhiri tanda tanya itu tetap menunjukkan tujuan pemberitaan itu untuk menggalang opini negatif terhadap Ganjar Pranowo, sekaligus membingungkan masyarakat. Ini didukung fakta judul dan isi berita yang sama persis.

“Bahkan di bagian akhir ada salah ketik yang juga sama. Ini petunjuk jelas bahwa media-media ini digerakkan oleh pihak tertentu,” kata Wisnu.

Karena tulisan di empat media tersebut adalah hoax, maka dianggap tidak perlu klarifikasi ke kantor berita yang menyebarkannya. Wisnu mengungkapkan, indikasi awal media tersebut sudah melanggar UU ITE sehingga penyelesaian harus secara pidana.

Kepala SPKT Polda Jateng, AKBP Agung Aris mengatakan, polisi akan mendalami laporan tersebut.

“Untuk saat ini, kami masih mendalami laporan yang masuk. Untuk proses selanjutnya, masih menunggu pendalaman,” kata Agung Aris.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here