Dijelaskan Jokowi, Andi Arief Minta Maaf Soal Anggaran IMF-WB

0
62

Bidikdata – Pengamat Ekonomi (Ekonom) INDEF,  Bhima Yudhistira memberkan bahwa pertemuan IMF-World Bank 2018 di Bali menjadi momentum untuk mencari tahu formula untuk meraup pendapatan dan penerimaan baru. Khususnya dalam bidang perpajakan untuk berfokus bagaiman mencari sumber perpajakan yang baru.

Menurut Bhima, ini penting sebab pemerintah sedang mengajukan rencana pendapatan APBN yang besarnya mencapai Rp2.142 triliun. Adapun secara spesifik target penerimaan pajak yang ingin dikejar sebesar 1.781 triliun rupiah atau naik 15% dari outlook 2018.

Momentum dan potensi strategis pertemuan IMF-World Bank, diantaranya investasi pada human capital dan ekonomi digital, sumber perpajakan baru, promosi wisata tanah air, ruang untuk merayu dan dirayu para investor, serta impresi dan fokus negara berkembang pada pembangunan infrastruktur.

Terkait agenda pertemuan IMF-WB yang dianggap sebagai pemborosan anggaran, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritman, Luhut B Pandjaitan telah menegaskan bahwa acara Pertemuan IMF-WB tak menggunakan dana gempa. Sebab anggaran untuk bencana adalah pos tersendiri yang dikelola pemerintah.

Selain itu, pelaksanaan acara IMF di Bali tidak akan menghabiskan anggaran untuk pemulihan Lombok ataupun Palu. Anggaran untuk Lombok tetap ada, demikian juga untuk Palu dan Donggala.

Oleh karena itu, diharapkan kepada elit politik dan pihak-pihak tertentu agar tidak mengaduk-aduk perasaan masyarakat yang tengah dilanda bencana dengan pernyataan provokatif.

Dengan begitu, kritikan Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut penyelenggaraan IMF-WB adalah pemborosan anggaran adalah hal keliru.

Kritik itu juga telah dibantah oleh Jokowi bahwa pemerintah telah melakukan efisiensi di berbagai sektor dan menegaskan bahwa pihak IMF serta Bank Dunia yang membiayai pertemuan tahunan tersebut.

Mendapat penjelasan berharga, Andi Arief pun meminta maaf kepada Jokowi terkait kritiknya itu.

“Saya tarik semua kritik saya soal Pertemuan IMF Bali setelah saya dengar Pak Jokowi bilang bahwa IMF dan Bank Dunia yg membiayai pertemuan itu,” tulis Andi Arief, Senin (8/10/2018).

Jokowi juga menegaskan bahwa sebagian besar anggaran dari pemerintah bukan spesifik untuk acara, melainkan untuk pembenahan infrastruktur penunjang di Bali selaku tuan rumah.

Dengan demikian, pembenahan infrastruktur itu bukan hanya dinikmati delegasi IMF dan World Bank saja, namun juga oleh masyarakat umum.

Jokowi menambahkan, kehadiran partisipan juga diharapkan mendongkrak destinasi wisata di Bali yang otomatis meningkatkan devisa negara.

Berdasarkan laporan yang ia terima, jumlah partisipan yang akan datang ke Bali demi menghadiri acara tersebut mencapai 36.000 orang.

“Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Saya kira arahnya akan ke sana,” kata Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here