Djarot-Sihar Akan Menjadi “Parhobas” di Sumut

200 Pemirsa

Bidikdata – Calon gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa dirinya siap menjadi Parhobas (pelayan) untuk membenahi Sumut. Hal itu ia katakan saat menghadiri pelantikan Pengurus Pomparan Si Raja Oloan, boru, bere dan ibebere se-Jalan Jaya Tani, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Minggu (25/3) di Jalan Jaya Tani.

Djarot mengatakan, pemimpin itu harus jadi parhobas, karena mereka akan melayani seluruh masyarakat Sumut. Djoss bukan hanya milik keluarga besar Si Raja Oloan, tapi milik semua warga Sumut. Untuk itu, dia mengajak keturunan marga ini agar mengajak suku-suku lain bergabung mendukung Djoss pada Pilgubsu 27 Juni mendatang.

“Kemenangan Djoss nanti, bukan untuk kepentingan kami, tapi untuk kesejahteraan warga Sumut. Maka ajaklah kawan-kawan, bapa tua, bapa uda, inangtua, inanguda, lae, ito, eda, tulang, nantulang, inangbao, amangbao dan lainnya,” kata Djarot.

Djarot yang sudah faseh dengan partuturan di suku Batak ini juga mengajak warga Si Raja Oloan untuk menjaga Pilgubsu yang aman dan damai, menjaga jangan ada yang saling menista dan menyampaikan ujaran kebencian.

“Tutur kata harus santun, karena kita semua di NKRI ini adalah bersaudara. Marilah kita bangun demokrasi yang sehat dan beradab ketimuran. Yang dulu tidak mau memilih, sekarang ajaklah memilih, karena ini adalah untuk masa depan pemerintahan Sumut yang bersih,” ujarnya.

Sekedar diketahui Si Raja Oloan adalah salah satu perkumpulan marga besar di Sumut yang beranggotakan sekitar 350 ribu jiwa. Marga ini terdiri dari Naibaho, Sihotang, Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang. Dari tingkat paling bawah yakni sektor, perkumpulan marga ini saling menjaga persatuan dan kesatuan.

Meski demikian Djarot meminta agar warga Sumut menmaptkan pilihannya yang terbaik bagi kemajuan dan kesejahteraan Sumut.

Oleh karena itu ia mengimbau warga Si Raja Oloan tetap hadir ke TPS untuk memilih, dan tidak Golput karena sangat sayang anggaran Pilkada sampai Rp 1,2 triliun tidak dipergunakan untuk memilih calon pemimpin di pesta demokrasi nanti.

“Secara organisasi kami tetap menjaga keutuhan Si Raja Oloan. Saya tidak mengarahkan warga Si Raja Oloan berpihak ke salah satu calon, tapi silahkan masing-masing pribadi memilih yang terbaik untuk Sumut,” tuturnya.

“Saya juga berpesan agar warga Si Raja Oloan tetap menjaga harmonisasi,” kata mantan Wakil dan Gubernur DKI Jakarta ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here