Dua Aktor Rusuh Papua Berkaitan dengan Benny Wenda

Dua Aktor Rusuh Papua Berkaitan dengan Benny Wenda
Dua Aktor Rusuh Papua Berkaitan dengan Benny Wenda
47 Pemirsa

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyebut dua aktor kerusuhan di Jayapura, Papua yaitu AG dan FBK.

FK dan AG merupakan dua dari 85 tersangka yang telah ditetapkan Kepolisian sejauh ini.

Kedua aktor itu kata Dedi diketahui menjalin komunikasi dengan Benny Wenda yang kini menetap di Inggris.

Sebelumnya, Kepolisian menetapkan AG dan FK sebagai tersangka karena diduga menggerakkan massa dan tokoh yang terjaring dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

FK atau FBK diduga aktor intelektual kerusuhan dalam rentetan peristiwa di Papua dan Papua Barat sejak Agustus lalu. Sementara AG disebut sebagai aktor lapangan.

Keduanya merupakan mantan anggota BEM Universitas Cendrawasih dengan FK sebagai mantan ketuanya. Mereka ditangkap di rumah susun mahasiswa (rusunawa) Universitas Cenderawasih (Uncen), Wamena, Jayapura, Minggu lalu (8/9).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga pernah menyebut Benny Wenda adalah aktor di balik aksi demonstrasi serta kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Keterkaitannya ada. Jaring komunikasi itu ada,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (9/9).

Lebih jauh kata Dedi mengatakan pihaknya masih mendalami lebih lanjut terkait peran kedua tersangka dan keterkaitannya dengan Benny Wenda. Selain itu, Dedi juga menyebut saat ini kepolisian masih mengejar sejumlah tokoh.

Tokoh-tokoh tersebut, kata dia, juga memanfaatkan AMP dan memobilisasi massa untuk mempersiapkan kerusuhan dan memprovokasi di lapangan.

Termasuk penyidik masih melakukan pengejaran terhadap beberapa tokoh KNPB (Komite Nasional Papua Barat) yang diduga juga terkoneksi dengan Benny Wenda,” ujarnya.

Namun belakangan masyarakat yang merasa dimanfaatkan secara serentak mengaku menyesal karena telah ditipu mengikuti unjuk rasa anarkis.

Selain itu satu persatu warga dan beberapa oragnaisai mulai menentang dan menolak dengan tegas ide referendum. Warga Papua sadar bahwa mereka adalah bagian dari NKRI yang tak bisa dipisahkan. Sudah Final!

Dari beberapa fakta diatas dapat dilihat bahwa masyarakat Papua sangat menolak dan menentang keras organisasi-organisasi sepratis yang berusaha memisahkan diri dari NKRI. Hal ini disebabkan karena organisasi tersebut merupakan organisasi militan yang tidak jarang meneror masyarakat dengan berbagai aksi yang mereka lakukuan, diantaranya adalah pencurian, penembakan, pemerkosaan, dan pemerasan.

Untuk itu, masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Papua harus menolak adanya organisasi sepratis di Papua dengan cara tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut serta kedalam organisasi separatis tersebut.

Mari kita tanamkan dalam hati bahwa NKRI adalah harga mati, tak kan ada yang bisa merusak dan menjatuhkan kedaulatan NKRI dari Sabang sampai Merauke.

Satukan Raga Junjunglah Cinta Demi Kedamaian dalam Kasih Abadi Sepanjang Masa. Cinta Negeriku, Kau Bangkitkan Semangat Hidup Selalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here