Dua Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Dua Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua
Dua Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua
109 Pemirsa

Aksi biadab kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulang. Dua Anggota TNI tewas dibunuh KKB di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Kedua anggota TNI tersebut ditemukan tewas dengan luka tembak dan luka tusukan di tubuh.

Kedua anggota TNI yang gugur tersebut atas nama Letda Inf Amran Blegur dan Pratu Fredi. Keduanya bertugas di Pos Tingginambut.

Kejadian bermula pada Minggu (19/8) sekitar pukul 13.30 WIT, Letda Inf Amran Blegur didampingi Pratu Fredy bergerak menuju kampung Tingginambut yang berjarak kurang lebih 1 Km dari Pos. Keduanya membawa bahan makanan dan dihadang KKB di jalan menuju kampung Tingginambut.

“Kedua anggota itu rencananya akan mengantarkan makanan bagi anak-anak di Tingginambut, namun di tengah perjalanan mereka dihadang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Tingginambut, menyebabkan keduanya tewas,” ungkap Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Dax Sianturi, Minggu (19/8/2018).

Atas insiden tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E.Supit, telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pos dan melakukan tindakan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata TPNPB/OPM yang berbasis di hutan pedalaman Papua.

“Secara umum situasi wilayah Papua tetap kondusif, insiden tadi terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kegiatan masyarakat. Tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat Papua. Sangat disayangkan kelompok itu melakukan aksi di hari Minggu, hari yang kudus bagi masyarakat Papua yang sebagian besar umat kristiani,” kata Mayjen TNI George E. Supit dalam siaran pers yang dikeluarkan Pendam.

“Mereka tidak menghargai saudara-saudaranya sendiri. Jelas kelompok itu bukan representasi orang Papua,” ujarnya.

Kodam XVII/Cenderawasih juga mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan KKB yang bertujuan menimbulkan ketakutan masyarakat di wilayah Papua. Terlebih, teror tersebut dilakukan terhadap personel TNI yang sedang melakukan pengamanan di wilayah Papua melalui pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat.

Tindakan teror yang dilakukan KKB jelas merupakan tindakan makar terhadap pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga Kodam XVII/Cenderawasih tetap untuk selalu mengedepankan upaya persuasif guna mengajak anggota KKB untuk meletakkan dan menyerahkan senjata kepada pihak keamanan dan menghindari terjadinya konflik senjata demi tercapainya kedamaian di tanah Papua.

Kodam XVII/Cenderawasih juga mengajak seluruh masyarakat Papua dan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan teror yang dilakukan KKB demi tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here