Dua Kabupaten di Papua Batal Gelar Pilkada Kemarin

Dua Kabupaten di Papua Batal Gelar Pilkada Kemarin
76 Pemirsa

Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 kemarin berjalan dengan aman dan tertib. Namun ada dua daerah di Kabaputen di Papua yang batal menggelar Pilkada serentak.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan dua kabupaten di Provinsi Papua batal menyelenggarakan Pilkada, Rabu (27/6/2018) ini adalah Kabupaten Nduga dan Pinai.

Menurut Wiranto, Kabupaten Nduga tidak bisa melaksanakan Pilkada Serentak karena pendistribusian logistik belum selesai menyusul situasi keamanan yang tidak kondusif.

Pesawat Trigana Air yang membawa 18 anggota Brimob saat akan bertugas mengamankan proses Pilkada Serentak di Kabupaten Nduga ditembaki oleh kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) dua hari lalu.

“Aparat keamanan dari Brimob ditembaki, sehingga logistiknya masih terlambat. Tapi sekarang sedang proses pengamanan,” kata Wiranto usai memantau pelakasanaan Pilkada di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kemudian di Kabupaten Pinai, pelaksanaan Pilkada ditunda karena terjadi konflik usai penetapan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Masyarakat menghendaki satu calon. Ini masih ribet. Perlu diselesaikan dulu,” kata dia.

Mantan Panglima ABRI di era Presiden Soeharto itu menyebutkan bahwa kondisi ini mengakibatkan pelaksanaan Pilkada di dua kabupaten tersebut terpaksa ditunda dan baru akan dilaksanakan pada saat situasi dan kondisi di wilayah itu sudah betul-betul kondusif.

“Tapi akan dilaksanakan dikemudian,” ujar Wiranto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here