E-commerce dan Pariwisata Jadi Sektor Penyumbang Ekonomi RI Terbesar di 2018

E-commerce dan Pariwisata Jadi Sektor Penyumbang Ekonomi RI Terbesar di 2018
258 Pemirsa

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memperkirakan arus modal yang masuk ke ekonomi digital pada 2018 akan semakin tumbuh. Hal ini didorong oleh perkembangan ekonomi digital yang tengah berkembang pesat baik di Indonesia maupun luar negeri.

Lembong mengatakan, ada beberapa sektor yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018, seperti e-commerce dan Pariwisata.

Adapun pertumbuhan e-commerce yang mencapai 60-80 persen per tahun. Sementara Pariwisata pertumbuhannya mencapai 35-45 persen per tahun.

“Arus modal yang masuk ke ekonomi digital, e-commerce begitu gencar sekali. Ini menambah arus modal masuk dan laju pertumbuhan investasi,” katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (2/1/18).

“Untuk sumbangan kontribusi terhadap pertumbuhan cukup besar jadi karena pertumbuhan invetasi di e-commerce 60 sampai 80 persen per tahun meskipun kecil tapi pertumbuhannya luar biasa. Jadi kontribusi terhadap pertumbuhan sangat besar,” jelas dia.

Lembong pun mengaku optimis di 2018 kedua sektor itu berpotensi dapat menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sektor jasa juga memiliki potensi cukup besar seperti halnya pendidikan.

“Makanya bapak presiden gencar mau menderegulasi, membuka sektor universitas, karena pasti banyak yang investasi dan banyak yang mau,” ujarnya.

Menurutnya, selain mendatangkan investasi, membuka Universitas yang akan bekerja sama dengan lembaga internasional akan membuka lapangan pekerjaan. Serta membuka peluang kelas menengah menikmati gelar S1 dari lembaga internasional.

Ia pun menambahkan, 2018 merupakan tahun politik namun akan berdampak positif terhadap ekonomi. Sebab hampir bagi semua negara tahun politik itu stimulus terhadap ekonomi. Karena akan terjadi stimulus dari pengeluaran kampanye, seperti konsumsi kaos, spanduk, dan iklan.

“Pemerintah di tahun politik sengaja bikin kebijakan populer menstimulus terhadap ekonomi. Tahun politik itu tahun yang baik untuk ekonomi dan investasi,” kata Lembong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here