Ekspor Hasil Perikanan Bali Melonjak 46,76 Persen

Ekspor Hasil Perikanan Bali Melonjak 46,76 Persen
194 Pemirsa

Bali mengekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar USD326,57 juta selama tahun 2017. Angka ini meningkat USD104,04 juta atau 46,76% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat USD222,52 juta.

“Perolehan devisa tersebut mampu memberikan andil sebesar 48,05% dari total nilai ekspor Bali sebesar USD679,59 juta selama 2017,” kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Bagawinata di Denpasar, Minggu (25/2/2018).

Dia mengatakan, Bali mengapalkan sebelas jenis hasil perikanan dan kelautan, namun matadagangan sirip ikan hiu tidak lagi menghasilkan devisa. Serta untuk rumput laut volume dan perolehan devisanya terus melorot.

Dari sembilan jenis komoditas hasil perikanan dan kelautan yang paling menonjol adalah ikan tuna dalam bentuk segar dan beku yang mampu menghasilkan USD150,15 juta. Perolehan ini meningkat USD64,73 juta, atau 75,79% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat USD85,41 juta.

Demikian pula dari segi volume pengapalan matadagangan hasil perikanan dan kelautan itu meningkat 22,77% dari 11.437,91 ton pada tahun 2016 menjadi 14.042,23 ton pada tahun 2017.

Ngurah Bagawinata menambahkan, setelah ikan tuna, menyusul pengapalan aneka jenis ikan lainnya senilai USD103,66 juta, menurun 5,66% dibanding tahun sebelumnya senilai USD109,88 juta. Namun dari segi volume meningkat 8,46% dari 18.845,70 ton pada tahun 2016 menjadi 20.439,73 ton.

Ekspor ikan kakap sebanyak 1.514,46 ton senilai USD39,63 juta dolar AS selama tahun 2017, untuk volume meningkat 276,58% dan nilai bertambah 589,19%. Hal ini karena tahun sebelumnya hanya mengapalkan 402,1 ton seharga USD5,751 juta.

Selain itu Bali juga mengekspor ikan hias hidup sebanyak 861 ekor seharga USD1.755 selama tahun 2017, merosot untuk volume 70,65 % dan nilai 68,37 %, karena tahun sebelumnya mengekspor 2.934 ekor seharga USD5.549.

Baca Juga: BUMN Diminta Bantu Genjot Sektor Perikanan, Menteri Susi: Bisnis Harus Move On

Ekspor ikan kerapu sebesar USD26,32 juta selama tahun 2017, meningkat 77,44% dibanding tahun 2016 yang hanya menghasilkan USD14,83 juta. Untuk volume meningkat 176,22 % dari pengapalan 2.254,46 ton pada tahun 2016 menjadi 6.226,7 ton pada tahun 2017.

Ikan nener mengapalkan 7,99 ton seharga USD37.420 pada tahun 2016 dan ekspor jenis matadagangan itu nihil pada tahun 2017.

“Sedangkan ekspor udang (lobster) sebanyak 13,24 ton seharga USD439,107 selama tahun 2017. Ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 57,62 ton seharga USD1,452 juta,” ujar dia.

Ekspor ikan dan hasil kelautan dari Bali paling banyak menembus pasaran China mencapai 29,48%, menyusul Amerika Serikat 26,12%, Jepang 16,44%, Taiwan 8,07%, Hong Kong 5,87% dan Australia 3,99%.

Selain itu juga menjangkau pasaran Singapura 1,55%, Thailand 0,78%, Jerman 0,78%, Perancis 0,68% dan sisanya 6,29% ke berbagai negara lainnya di belahan dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here