Elektabilitas Jokowi Tinggi, Poros Ketiga Bukan Tandingan

Elektabilitas Jokowi Tinggi, Poros Ketiga Bukan Tandingan
116 Pemirsa

Elektabilitas Presiden Jokowi yang sangat tinggi sangat sulit dikalahkan lawan-lawannya termasuk dengan adanya pembentukan poros ketiga.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai terbentuknya poros ketiga dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bisa saja terjadi. Namun, ia meyakini sulit untuk bisa mengalahkan popularitas Joko Widodo (Jokowi) yang dijagokan kembali bertarung.

“Gini yah secara matematis poros ketiga mungkin, tapi kan saya katakan tidak mudah, satu Pak Jokowi popularitas tinggi. Tapi secara matematis mungkin walaupun tidak mudah karena syarat 20 persen,” ujar Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018) kemarin.

PAN diakui Zulkifli hingga saat ini belum menentukan arah dukungannya di Pilpres 2019 nanti, apakah akan dukung Jokowi atau mendukung Prabowo Subianto. Meskipun PAN sendiri sudah memunculkan nama Zulkifli sebagai capres. Termasuk belum menentukan sikapnya apakah akan ikut dalam poros ketiga atau tidak.

Pertemuan yang dilakukan sejumlah pengurus Partai Demokrat, PAN, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di salah satu mal di Jakarta, Kamis 8 Maret 2018 kemarin, menurut Zulkifli hanyalah silaturahim biasa.

“Menjajaki kan silaturahmi bisa saja. Kan bisa juga tanya tanya bagaimana sikap Demokrat, PKB dan PAN. Kan namanya ngopi aja boleh,” jelas Zulkifli.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya menyambut baik pertemuan perdana dengan Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa. Oleh karena itu, tak bisa dimungkiri kalau ke depannya akan ada diskusi lanjutan untuk membahas kemungkinan membentuk poros baru di perhelatan Pilpres 2019.

“Hasilnya ya kita tadi akan melakukan pertemuan-pertemuan lagi. Tapi sifatnya membicarakan halnya yang umum. Ada hal yang serius kita bahas, iya. Apakah ada hal yang definitif? Ya belum,” ucap Eddy saat dihubungi.

Sebagaimana diketahui, isu kemunculan poros baru di Pilpres 2019 terus berembus. Hal itu untuk memunculkan capres alternatif selain Jokowi dan Prabowo Subianto. Jika ketiga partai ini berkoalisi, mereka memiliki tiket mengusung calon karena memenuhi ambang batas capres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here