Fadli Zon Kacung Neolib Amerika

Fadli Zon Kacung Neolib Amerika
371 Pemirsa

Dua petinggi Partai Gerindra, Arif Puyuono dan Fadli Zon, pernah terlibat konflik yang runcing. Waketum Gerindra Arief Poyuono bahkan menyebut Fadli Zon sebagai kacung neolib Amerika. Pernyataan itu keluar pada 2017 lalu karena Arief tak terima disebut mencla-mencle oleh Fadli Zon.

“Rapopo (tidak apa-apa) mencla-mencle daripada jadi kacung neolib,” ujar Arief dalam rilisnya, Kamis (10/8/2017). Arief mengonfirmasi sindiran tersebut dialamatkan ke Fadli.

Kritik disampaikan Fadli saat menanggapi pujian Arief kepada pemerintahan Jokowi. Namun Arief memiliki pembelaan.

“Biar masyarakat yang menilai pernyataan saya yang katanya memuji Joko Widodo setinggi langit dianggap mencla-mencle. Memang salah memuji presiden negara kita sendiri? Memang salah membuat prediksi Joko Widodo mungkin bisa dua periode memimpin jika dengan prestasi kinerja ekonominya jika Joko Widodo mencalonkan diri lagi?” jelas Arief.

Akibat pujiannya kepada Jokowi, Fadli menilai pernyataan Arief mencla-mencle. Meski demikian, Arief tak ambil pusing.
“Lebih baik dianggap mencla-mencle apa jadi kacungnya Amerika Serikat? Di mana ada politisi Indonesia yang sangat bangga ikut hadir dan ikut memberikan dukungan pada saat capresnya Amerika Serikat Donald Trump kampanye,” cetus Arief.

Seperti diketahui, pada 2015, Fadli bersama Ketua DPR Setya Novanto sempat bertemu dengan Trump saat berkampanye dalam Pilpres AS. Fadli bahkan mendapatkan topi dan sudah diserahkan kepada KPK.

“Sedih saya sama model politisi yang mentalnya mental kacung tapi topengnya nasionalis. Mana bisa maju negeri ini kalau banyak politisi yang bermental kacung asing?” tambahnya.

Sebelumnya, Fadli menanggapi pujian Arief kepada Jokowi sebagai suatu hal yang lucu. Menurutnya, masih banyak waktu untuk tetap memperjuangkan Prabowo menjadi RI-1. Ia menuturkan tidak mempermasalahkan jika ada orang yang ingin memenangkan orang lain.

“Saya kira masih banyak waktu untuk memperjuangkan Pak Prabowo. Kalau ada orang yang ingin memenangkan orang lain ya sudah kami tidak mempermasalahkan itu. Ya mungkin saya nggak tahu pernyataan itu agak aneh saja. Itu kan adalah pernyataan yang mencla-mencle,” ujar Fadli saat dihubungi, Selasa (8/8).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here