Fakta Soal Kebohongan OK OCE yang Tak Beri Modal

Fakta Soal Kebohongan OK OCE yang Tak Beri Modal
148 Pemirsa

Jakarta – Program OK OCE yang digagas Anies-Sandi tak sesuai dengan ekspektasi dari masyarakat. Program tersebut ternyata adalah pelatihan yang berakhir pada akses permodalan dari perbankan, bukan modal yang langsung didapatkan seperti harapan masyarakat kebanyakan.

Program tersebut kini ditinggal Sandi untuk mengejar ambisi mendampingi Prabowo dan tak digagas oleh Anies yang memilih mengalihkan pembicaraan saat ada warga yang menanyakan perihal pemberian modal.

Berdasarkan pernyataan Sandi dalam debat final Pilkada DKI Jakarta 2018 bahwa pihaknya akan memberikan kredt khusus bagi perempuan tanpa jaminan dan diberikan pendampingan monitoring. Kalimat ini memang tidak menjelaskan soal sumber kredit. Namun Jika merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kredit memiliki arti pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur atau pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain.

Saat diklarifikasi ternyata kredit yang dimaksudnya ialah yang bersumber dari bank. Poin penjelasan ini sebelumnya tak pernah Sandi jelaskan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam pemaparan visi misi di Debat Pilkada DKI Jakarta.

Klaim Sandi yang menyatakan bahwa program yang diluncurkan Februari 2018 telah menurunkan 20.000 pengangguran dibantah dengan telak oleh BPS DKI dimana tingkat pengangguran di ibukota selama 2018 justru meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun pada Februari 2018, terdapat 290.120 orang yang menganggur. Angka ini terus naik pada Agustus 2018 menjadi 314.840 orang.

Persentase kenaikan menunjukkan sebesar 8,25 persen. Di sisi lain, Sandi justru akan membawa program bobrok OK OCE ke level nasional, padahal di DKI Jakarta saja dari data BPS DKI sudah terang benderang tidak memenuhi target 40.000 pertahun untuk memperkerjakan pengangguran seperti yang dijanjikan.

Juru bicara PSI Dedek Prayudi yang membongkar dua kebohongan besar Sandiaga Uno atas klaim keberhasilan Program OK OCE. Pertama, dikatakan bahwa OK OCE sudah berhasil menurunan pengangguran sebesar 20 ribu pada 2018, Faktanya: pengangguran DKI di era OK OCE meningkat sebanyak 24 ribu. Kedua, hanya 248 wirausahawan UMKM yang menerima pinjaman modal dan hanya 7 gerai OK OCE yang buka pada 2018, 3 tutup.

Sementara Seorang warga Kepulauan Seribu bernama Satimah menanyakan soal pencairan dana OK OCE kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies menyebut tak ada pencairan dana dalam program OK OCE.

Pertanyaan itu disampaikan Satimah saat Anies berkeliling ke Pulau Pramuka, Jumat (22/3/2019). Saat itu, Anies tidak banyak berkomentar kepada Satimah.

“Program OK OCE uangnya belum cair, Pak,” ucap Satimah.

Lalu, wartawan bertanya soal kejadian tersebut kepada Anies. Anies menyebut OK OCE tidak mendanai usaha anggotanya.

“Memang OK OCE tidak ada dana.” ucap Anies kepada wartawan.

Anies mengakui UMKM memiliki tantangan dalam aspek permodalan. Namun OK OCE tidak menangani masalah tersebut.

“Dan ekonomi mikro selalu yang menjadi tantangan adalah permodalan. Dan program itu (OK OCE) kan bukan pencairan modal,” kata Anies.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here