FGSI Tolak Politisasi Guru Oleh Prabowo

FGSI Tolak Politisasi Guru Oleh Prabowo
FGSI Tolak Politisasi Guru Oleh Prabowo
27 Pemirsa

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menolak politisasi guru yang dilakukan timses pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang menjanjikan gaji guru sebesar Rp20 juta per bulan tak masuk akal.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan Salim menyatakan usul dari kubu oposisi itu sekadar upaya menjadikan kalangan guru sebagai objek politik demi mendulang suara.

“Para elite politik, terkhusus para timses capres-cawapres, jangan lagi menjadikan guru sebagai sasaran politisasi demi mendulang suara dalam pemilu.

Jika benar-benar ingin mengangkat harkat dan martabat guru, semestinya sudah dilakukan sebelum masa pemilu,” kata Wasekjen FSGI Satriawan Salim kepada wartawan di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018).

Satriawan menyebut, guru bukanlah entitas atau kelompok sosial yang mudah untuk digiring demi politik elektoral sesaat,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan dari mana uang untuk membayar gaji tersebut. Selain itu, kategori guru yang dijanjikan gaji Rp 20 juta itu juga tidak jelas. S

elain itu, mereka juga mengkritisi wacana guru impor yang sempat mengemuka. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah peningkatan kualitas guru lokal.

Satriwan mengatakan para guru dan organisasi guru seharusnya bersikap netral. Dia menekankan guru harus menolak intervensi dan menghindari unsur politik dalam proses belajar-mengajar.

Sementara, Ketua Dewan Pengawas FSGI, Retno Listyarti, menyampaikan bahwa pemanfaatan guru sebagai objek politik lazim terjadi setiap pemilihan umum.

Dikarenakan guru memiliki kemampuan memengaruhi banyak pihak, mulai dari keluarga, hingga murid-murid mereka yang memiliki hak pilih.

“Jumlah guru memang hanya 3,2 juta. Tetapi guru-guru bisa memengaruhi murid misalnya, secara langsung atau tidak langsung di lingkungan sekolah, atau di media sosial. Jadi, suara guru ini strategis,” jelas Retno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here