Filosofi Penuh Makna Saat Jokowi Bertemu Prabowo

195 Pemirsa

Seperti diharapkan banyak orang, akhirnya Presiden Joko Widodo bertemu Prabowo Subianto. Pertemuan itu memang tak lazim dan tidak formal sebab pertemuan itu dilakukan di MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Namun ada makna penting buat bangsa dan negara. Filosofi yang kental akan kebersamaan dan melaju dalam satu rel kemenangan dengan satu tujuan memajukan Indonesia.

Pertemuan di MRT, jelas jadi simbol pentingnya “melaju ke depan”, bukan merundungi kekalahan hingga memelihara kebencian.

Gara-gara pilpres kemarin, kita hampir pecah.

Tapi sudahlah, pertemuan Jokowi-Prabowo yang kita harapkan itu sudah terjadi. Cebong-kampret itu sudah “ke laut”; cebong kampret sudah terkubur. Pancasila dan Burung Garuda yang harus kita rawat dan kita banggakan dalam Merah Putih Indonesia.

Sejatinya tidak ada pertemuan yang sia-sia. Termasuk pertemuan Jokowi dan Prabowo hari Sabut pagi 13 Juli 2019.

Prabowo mengatakan, pertemuan ini memang seperti tak formal karena dilakukan di MRT. Namun pertemuan ini punya makna penting.

“Walaupun pertemuan ini seolah tak formal, tapi memiliki dimensi dan arti yang penting,” ujarnya.

Sementara itu, Jokowi menekankan pertemuan ini merupakan momentum untuk merajut persatuan.

“Tidak ada lagi namanya 01, tidak ada lagi namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada Garuda Pancasila,” ungkap Jokowi.

“Kita rajut, kita gerakkan persatuan kita sebagai bangsa,” sambungnya.

Pertemuan di MRT hanya simbol. Simbol bahwa hidup itu harus melaju ke depan. Hidup pun harus move on; jangan menetap dalam kebencian apalagi beragam keluhan. Karena di dalam MRT, orang berdiri pun tidak akan tegap. Selalu saja ada goncangan, ada gerakan yang bikin gerak ke kiri atau ke kanan. Goncangan itu lumrah, apalagi perbedaan. Tapi setelah itu, siapapun harus bergerak ke depan. Melaju, bukan mengeluh.

Pertemuan Jokowi-Prabowo itu nyata. Contoh negarawan yang hebat dan ber-akhlak mulia. Demi orang banyak, mereka mau lakukan itu. Pertemuan yang menjadi simbol “rekonsiliasi kebangsaan” untuk saling memaafkan dan menerima kenyataan. Agar bangsa ini bisa menatap jauh ke depan. Untuk menghadapi tantangan-tantangan kebangsaan kontemporer dan revolusi peradaban yang mega dahsyat.

Jadi, tataplah ke depan. Jangan ada spekulasi negatif. Bahkan komentar buruk soal pertemuan Jokowi-Prabowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here