FPI dan HTI Haramkan Ucapan Natal, Prabowo dan Sandi Kok Boleh?

FPI dan HTI Haramkan Ucapan Natal, Prabowo dan Sandi Kok Boleh?
FPI dan HTI Haramkan Ucapan Natal, Prabowo dan Sandi Kok Boleh?
646 Pemirsa

Jakarta -Kehadiran Sandiaga Uno dalam sebuah perayaan natal, hal tersebut sangat betentangan dengan prinsip para pendukungnya yang mayoritas menolak mengucapkan hari natal.

Namun sikap para ulama HTI dan FPI sebagai salah satu unsur pendukung Prabowo-Sandi yang tidak bersikap tegas terkait adanya kegiatan dari Prabowo beserta Sandiaga Uno yang turut serta mengucapkan hingga merayakan natal di tempat yang berbeda, mereka Diam Seribu Bahasa.

Sebagai pendukung yang anti terhadap hal tersebut, sudah seharusnya mencabut dukungan terhadap Prabowo dan Sandi.

Jelas-jelas Dewan Pembina Majelis Syuro DPP FPI Habib Muchsin Alatas yang notabene pendukung berat Prabowo-Sandi Uno menyebutkan mengucapkan selamat Natal sama saja dengan mengakui keberadaan anak Tuhan atau mengakui ada Tuhan lain.

Sebagaimana umat Nasrani merayakan Natal sebagai bagian dari ajaran agamanya, umat Islam, ujar Muchsin, juga dilarang mengucapkan selamat Natal sebagai bagian dari ajaran agama yang dianut.

Larangan mengucapkan selamat Natal, tegas Muchsin, bukan cerminan kebencian umat Islam kepada umat Nasrani.

Ini hanya masalah keyakinan masing-masing yang dilindungi oleh undang-undang. Namun sampai saat ini belum ada komentar keras dari Dewan Pembina Majelis Syuro DPP FPI Habib Muchsin Alatas mapupun ulama HTI mengenai Prabowo serta Sandiaga Uno yang mengucapkan Natal.

Terkait adanya beberapa golongan umat Islam yang membolehkan mengucapkan selamat Natal, Muchsin mempersilakan. “Risikonya ditanggung sendiri,” kata dia. Sebagai tokoh agama, Muchsin menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan bahwa mengucapkan selamat Natal adalah haram hukumnya.

Dewan Pembina Majelis Syuro DPP FPI Habib Muchsin Alatas menegaskan pendapatnya bahwa haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat Natal.

Menurut Muchsin, mengucapan selamat Natal bagi umat Islam bisa menggangu keyakinan ketuhanan (akidah).

Mengenai propaganda pengharaman ucapan Natal oleh Dewan Pembina Majelis Syuro DPP FPI Habib Muchsin Alatas sudah seharusnya mereka mencabut dukungan kalau tidak FPI atau HTI adalah golongan munafikun alias mempermainkan agama menurut selera saja.

Jadi apakah mereka berani atas keberanian Prabowo dan Sandiaga Uno mengucapkan Natal untuk mencabut dukunganya, kita lihat saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here