Garut Diterjang Banjir Bandang

87 Pemirsa

bidikdata.com Belasan orang ditemukan tewas dan sejumlah orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Korban dikhawatirkan bisa bertambah. Tapi sejauh ini yang sudah ditemukan tewas, 16 orang. Yang hilang masih didata, juga yang luka,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Haryadi Wargadikarta, Rabu (21/9/2016).

Bencana banjir berdampak sekitar 500 keluarga di tujuh kecamatan.

Meski air sudah surut, namun ratusan relawan dan petugas penyelamat dan bantuan dari berbagai lembaga terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban.

Menurut Haryadi, banjir bandang terjadi akibat hujan yang turun sejak Selasa (20/9/2016) dalam intensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan tanah.

Sungai Cimanuk yang meluap mengakuibatkan banjir bah membawa lumpur dan sampah.

“Banjir bandang terjadi menjelang tengah malam, di Kecamatan Tarogong Kidul terutama, di daerah aliran sungai Cimanuk. Jadi air sungai Cimanuk itu meluap, langsung menghantam pemukiman sekitar. Ketinggiannya 1,5-2 meter. Banyak yang sampai melewati atap rumah penduduk,” kata Haryadi.

“Sekarang sudah surut, ribuan warga yang semula mengungsi, kebanyakan kembali untuk membersihkan rumah masing-masing yang dipenuhi lumpur, dibantu relawan dan petugas berbagai instansi,” tambah Haryadi.

Selain di Garut, banjir dan longsor akibat hujan deras itu juga terjadi di Kabupaten Sumedang yang bertetangga. Selain sungai Cimanuk, sungai lain Cikamuri yang berada di wilayah itu, juga meluap.

Di tempat lain, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjadi longsor di Desa Cimareme, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa (20/9/2016) menjelang tengah malam.

“Longsor menimbun dua rumah, dan dua orang ditemukan tewas. Dua orang lagi masih dicari, dicemaskan tertimbun longsor,’ kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB. (KP)