Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura, Mahfud MD:Jangan Bikin Gerakan Kontra Produktif

Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura, Mahfud MD:Jangan Bikin Gerakan Kontra Produktif
Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura, Mahfud MD:Jangan Bikin Gerakan Kontra Produktif
131 Pemirsa

Drama batalnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD untuk dijadikan calon wakil Presiden (Cawapres) Joko Widodo (Jokowi) setelah diminta bersiap secara resmi untuk dideklarasikan ternyata dimanfaatkan sejumlah provokator untuk menghasut sebagian masyarakat Madura.

Salah satunya dengan membuat gerakan “Haram Milih Jokowi”.

Beberapa demonstrasi berlangsung di sejumlah wilayah Madura dan Jawa Timur. Sejumlah warga membawa spanduk besar bertulisan “Madura Untuk Indonesia”, “Haram Bagi Orang Madura Memilih Jokowi” di Jembatan Suramadu, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (17/8). Hal ini sama sekali tidak mencerminkan demokrasi dalam kontestasi politik.

Mahfud MD sendiri sudah mengutus asistennya Imam Marsudi untuk menemui aktor-aktornya untuk menghentikan gelindingan gerakan tersebut. Mahfud menyampaikan pesan agar mereka tidak melakukan demo-demo yang kontra produktif bagi Indonesia sebab dirinya merasa tidak apa-apa.

Penggunaan isu primordial ini tentu hanya mengundang perpecahan bangsa. Setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan hak politiknya, sehingga tidak boleh dibatasai oleh gerakan-gerakan yang bersifat provokatif.

Suku Madura sendiri adalah suku bangsa terbesar keempat di Indonesia setelah Jawa, Batak, dan Sunda.

Populasinya jika dihitung dengan yang kawin campur antar suku adalah 23 juta, sekitar 9,5 juta berdarah Madura (ayah dan ibu) asli dan sisanya bercampur dengan darah suku-suku lain. Orang Madura yang tinggal di Madura sebanyak 4,5 juta sedangkan sisanya berdiaspora di pulau-pulau lain terutama di sepanjang Surabaya hinhga Banyuwangi.

Orang-orang Madura juga bersebaran di Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan, dan pulau-pulau lain di Indonesia. Secara antropologis suku Madura dikenal sangat solider, dekat satu sama lain dalam suasana kekeluargaan, dan kompak untuk saling membela di antara mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here