Gerakan Separatis di Papua Sudah Ada Sejak Penjajahan Belanda

Gerakan Separatis di Papua Sudah Ada Sejak Penjajahan Belanda
Gerakan Separatis di Papua Sudah Ada Sejak Penjajahan Belanda
371 Pemirsa

Bahas sejumlah persoalan di Papua dan Papua Barat, Gerakan Suluh Kebangsaan yang diketuai Mahfud MD menemui mantan Wakil Presiden Indonesia ke-6, Try Sutrisno di Wisma Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Safari ke berbagai tokoh bangsa tersebut, menurut Mahfud, untuk mendengarkan berbagai pendapat yang bisa menjadi solusi atas permasalahan yang masih dihadapi Papua.

Mahfud menilai, untuk menyelesaikan konflik Papua, harus dilakukan dengan cara yang bijak lantaran adanya benih separatis yang sudah ditinggalkan sejak zaman penjajahan Belanda. Menurutnya, sejak dulu Belanda berupaya menggerogoti keadilan nasional masyarakat Papua.

“Karena banyak bangsa dan negara lain yang sebenarnya menginginkan Papua. Sehingga selalu ada yang mempengaruhi adanya gerakan separatis,” kata Mahfud seusai pertemuan.

Dikatakan Mahfud, yang paling mengkhawatirkan adalah konflik yang mengarah pada konflik horizontal.

Dan untuk memelihara bangsa ini, lanjut Mahfud, Try Sutrisno menyarankan agar apapun yang dilakukan untuk Papua itu jangan sampai lepas dari nilai-nilai ideologi negara, juga dari nilai-nilai perekat bangsa yaitu Pancasila. 

“Itu yang sangat fundamental, menyelesaikan Papua harus bijak, karena memang di Papua itu ada benih-benih separatis yang ditinggalkan oleh penjajah Belanda dulu yang selalu berusaha menggerogoti kesetiaan nasional,” ujarnya.

Terakhir, menurutnya dalam menyelesaikan persoalan Papua, seluruh pihak juga perlu memikirkan keseimbangan antara tujuan kesejahteraan dan keamanan, kedua-duanya harus selalu berkaitan.

“Penyelesaiannya harus dalam koridor menyeimbangkan tujuan kesejahteraan dan keamanan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here