Gerindra Merasa Aneh Kalau Ada yang Terganggu Prabowo Bertemu Jokowi dan Megawati

210 Pemirsa

Sudah menjadi konsekuensi politik jika diakhir perjalanan pertemanan akan berakhir pula. Tapi yang jelas tidak berakhir dengan permusuhan.

Kompetisi sudah selesai dan seharusnya para pimpinan partai memberi teladan yang baik kepada masyarakat.

Dibalik itu semua setidaknya kita bisa mengambil contoh sebuah pertemanan dalam politik seperti Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto begitupula dengan Prabowo dan Megawati Soekarnoputri.

Seperti dijelaskan diatas bahwa politik itu dinamis dan sudah menjadi konsekuensi politik. Bila koalisi 02 pindah kubu ke 01.

Namun yang namanya bergabung setelah pertarungan keras maka akan terjadi dua kemungkinan. Pertama, munculnya resistensi atau penolakan dari pendukung Prabowo-Sandi. Kedua, munculnya penolakan dari koalisi Jokowi-Ma’ruf.

Nah, penolakan dari kubu Jokowi-Ma’ruf mungkin saja terjadi, karena dengan masuknya kubu 02 akan mengurangi jatah dan kesepakatan kursi menteri tiap partai.

Tapi terlepas dari merapatnya Gerindra ke kubu Jokowi-Ma’ruf, politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengaku aneh bila ada pihak yang merasa risih dan terganggu dengan pertemuan tokoh bangsa Prabowo-Megawati dan Jokowi-Prabowo beberapa waktu lalu.

Padahal kata dia mengatakan sebagian besar warga Indonesia mendukung dan mengapresiasi adanya sowanan tersebut.

“Di saat warga Indonesia begitu mengapresiasi pertemuan antara pak Prabowo dengan pak Joko Widodo dan bu Megawati, ternyata ada pihak yang kebakaran berewok menanggapi kejadian tersebut,” ujarnya saat ditemui usai program “Perspektif Indonesia: Membaca Arah Tusukan Pidato Mega” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

Ia pun menyayangkan masih adanya pihak yang jengkel atas pertemuan dari tokoh yang semula “berlaga” di kontestasi pilpres tersebut.

“Sangat disayangkan sekali sikap seperti ini padahal di dalamnya ada keteladanan bangsa. Tetapi yang penting, mau kebakaran jenggot ataupun berewok, saya merasakan masyarakat merespon positif pertemuan itu,” katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto melangsungkan pertemuan di kantor DPP Nasdem pada penghujung Juli lalu (22/7). Pertemuan tersebut disinyalir turut membahas jumlah kursi menteri untuk tiap parpol.

Meski diakui ketiga tokoh politik tersebut bahwa tujuan pertemuan itu hanya untuk menjaga solidaritas antar sesama partai koalisi pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here