GP Ansor Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Kisruh Papua

GP Ansor Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Kisruh Papua
GP Ansor Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Kisruh Papua
310 Pemirsa

Jakarta –  Gerakan Pemuda (GP) Ansor meminta semua pihak menahan diri dalam merespons kerusuhan yang kembali pecah di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019). Gus Yaqut minta jangan sampai muncul pernyataan rasial yang bisa memicu amarah warga.

Saya berharap semua pihak mau menahan diri. Sudahi ucapan-ucapan rasial karena itu sama sekali nggak diperlukan. Jangan memancing situasi yang sudah baik dan kondusif di Papua menjadi rusuh kembali,” tutur Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Quomas, kemarin.

Di sisi lain, Gus Yaqut juga meminta penegak hukum untuk menangkap pihak-pihak yang memicu terjadinya kericuhan. Begitu pula terhadap mereka yang bertindak anarkistis juga mesti dilakukan penegakan hukum.

Jika apa yang terjadi di Wamena pagi ini memang dipicu oleh ucapan rasial, saya mendesak pihak kepolisian segera menangkap pengucapnya,” kata dia.

Aksi unjuk rasa ribuan pelajar SMA, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di Wamena berujung kerusuhan, Senin (23/9/2019). Massa gabungan membakar sejumlah perkantoran seperti Kantor Bupati Wamena, Kantor Bapeda, Kantor BPS, dan Kantor KUA.

Massa yang marah juga merusak dan membakar sejumlah toko. Unjuk rasa anarkistis ini dipicu isu adanya salah satu guru SMA PGRI pada Sabtu (22/9/2019) yang diduga melontarkan kata-kata rasis kepada salah satu murid asli Papua.

Akibat isu itu ribuan orang mulai berkumpul di Kota Wamena dan melakukan unjuk rasa yang berujung kerusuhan. Sampai saat ini aparat keamanan terdiri dari Polres Wamena dan Kodim masih bersiaga di tengah Kota.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja memastikan isu ucapan rasial yang beredar itu hoaks. Polisi telah menelusuri informasi itu yang ternyata tidak benar. Dia pun meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi.

Akibat kerusuhan di Wamena hanya akan membawa dampak buruk dan kerugian bagi warga setempat karena menjadi korban provokasi dan kebencian terhadap Pemerintah. Semua lapisan masyarakat di luar Papua ingin agar Papua tetap dalam kondisi damai dan aman serta selalu mewaspadai penyusup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here