Gus Sholah: Politisasi Agama Boleh Selama untuk Kepentingan Bangsa

Gus Sholah: Politisasi Agama Boleh Selama untuk Kepentingan Bangsa
121 Pemirsa

Belakangan ini banyak pihak menggunakan ayat suci Alquran untuk kepentingan kekuasaan sekelompok orang. Apalagi saat ini, telah memasuki tahun politik dengan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dan juga Pileg maupun Pilpres di 2019.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Solah menyatakan politisasi agama boleh dilakukan selama untuk kepentingan serta kebaikan bangsa dan negara.

Menurutnya, politisasi agama dinilai mulai dapat dirasakan menjelang pileg dan pilpres.

“Jadi politisasi agama itu boleh, tapi harus untuk kepentingan masyarakat dan negara,” katanya dalam seminar tentang Perspektif KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan Terhadap Politisasi Agama di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (31/3).

Gus Solah mencontohkan pada zaman kemerdekaan, tokoh-tokoh ulama NU melakukan politisasi agama dengan memberi fatwa agar pemuda Muslim ikut berperang membantu Tentara Indonesia melawan pasukan sekutu.

“Tetapi kalau politisasi agama ini untuk kepentingan perorangan, kelompok, dan partai politik, itu yang tidak diperbolehkan,” tegas dia.

Untuk itu, Gus Solah berharap seluruh pihak baik pemerintah, partai politik maupun tokoh agama agar duduk bersama untuk mendiskusikan konteks politisasi agama yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

“Kita masih ada waktu untuk membahas ini, yang pasti tidak mudah menanamkan kesadaran untuk tidak mempolitisasi agama untuk kepentingan perorangan, kelompok, dan partai politik,” katanya.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla tak menampik bahwa isu politisasi agama kerap dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

JK menilai, jika isu agama terus-terusan dipolitisasi akan berdampak pada timbulnya perpecahan yang berbahaya. Untuk itu ia mengingatkan agar para pemuka agama lebih berhati-hati dan sejuk dalam menyampaikan dakwah atau khotbahnya. JK pun menyatakan keyakinannya bahwa tak akan ada konflik di Indonesia yang terjadi karena politisasi agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here