Hambatan Polri dalam Tangani Penyanderaan Kelompok Bersenjata di Papua

Segala Akses Ditutup KKB, Polri Kesulitan Bebaskan Ribuan Warga di Papua
214 Pemirsa

Desa Kimbely dan juga Desa Banti, Mimika, Papua sampai saat ini masih dalam cengkraman kelompok kriminal bersenjata (KKB). Bahkan sebanyak 1.300 warga di dua kampung itu masih tersandera.

Misi Polisi untuk membebaskan ribuan warga dan memberikan bantuan pangan masih terkendala dan menemui kesulitan sebab segala akses untuk masuk ke dalam dua desa tersebut sudah ditutup oleh kelompok tersebut.

Sudah sepekan penyanderaan dilakukan oleh kelompok bersenjata di area Freeport tersebut. kini kondisi para sandera pun mulai memprihatinkan.

“Jalan di sana dilubangi dan dipalang, jadi enggak bisa lewat. Jadi enggak bisa masuk karena di jalan yang menuju arah ke sana terhalang,” ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto.

Selain itu, bantuan yang berasal dari jalur udara juga sulit untuk bisa disalurkan, karena Kedua desa tersebut tidak memiliki landasan udara untuk kapal ataupun helikopter mendarat.

“Enggak bisa (jalur udara), karena di kampung itu kan tidak ada landasan. Itu kan di gunung. Banyak kabut terus, karena daerah dingin,” kata dia.

Setyo mengungkapkan bahwa kelompok tersebut selama ini bersembunyi di sekitar kampung itu, dan berbaur dengan masyarakat. Ribuan warga disanapun dilarang KKB untuk keluar dari kampung.

“Mereka punya senjata juga tinggal di situ. Kadang naik ke gunung, kadang ke kampung itu. Kalau turun gunung tanpa sepengetahuan petugas. Kalau ketahuan petugas, pasti ditindak,” ucap mantan Kadiv Hukum Polri ini.

Aparat keamanan diminta untuk cepat mengambil langkah strategis dalam melakukan upaya penyelamatan sandera serta menindak KKB yang kian meresahkan warga disana. Akan tetapi aparat juga harus mengantisipasi serangan kelompok bersenjata yang kerap menyerang dan menembaki petugas dari balik bukit serta bersembunyi dari rimbunnya pepohonan yang dimana menjadi area yang aman buat KKB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here