Hasil Pilihan Ijtima Ulama dan Politik Balas Budi yang Menyandera Prabowo

285 Pemirsa

Prabowo Subianto sepertinya ingin balas budi kepada Rizie Shihab karena dia melihat bahwa dalam situasi politik sekarang ini, dia tidak bisa mengharapkan dukungan partai koalisi yang memang sudah dibubarkan agar dapat membawa kembali Rizieq ke Tanah Air.

Saat ini yang masih setia adalah dukungan dari ormas islam seperti FPI dan PA 212. Tetapi sikap Prabowo ini berisiko karena ormas ini dikenal ekslusif dan radikal. Walaupun sering dibantah oleh Prabowo tetapi tindakan Prabowo sekarang bertolak belakang dengan bantahannya.

Selain itu masyarakat merasa aneh dengan sikap Prabowo tentang kepulangan HRS. Karena menurut pemerintah HRS tinggal pulang saja, terlebih kasus hukum yang diperkirakan menjadi penyebab HRS kabur sudah SP3 alias dihentikan. Namun kepolisian tak menutup kemungkinan akan kembali membuka setiap berkas kasus per kasus Rizieq.

Sulit pulangnya HRS bukan karena pemerintah, tetapi karena ijin tinggal Rizieq sudah melebihi batas alias overstay. Sehingga apabila akan pulang harus bayar denda dulu per orang dengan biaya cukup mahal.

Sikap kubu Prabowo ini seolah mengisyaratkan bahwa Prabowo tersandera oleh Rizieq Shihab. Karena sepertinya setiap keputusan besar hampir selalu memasukkan Rizieq sebagai syarat.

Kita masih ingat, dalam acara kampanye Akbar dulu, Rizieq pasti mendapat panggung utama walau hanya berbicara lewat video. Sehubungan dengan ini maka mau tak mau timbul aneka pertanyaan.

Sebegitu pentingkah posisi Rizieq dalam gerakan politik Prabowo? Dengan kesan tersandera, apakah yang dimiliki oleh Rizieq Shihab sehingga Prabowo bersikap seperti itu.

Prabowo kini sudah salah langkah dengan tetap merasa berhutang budi pada Rizieq karena telah mempercayakan dirinya mencalonkan sebagai capres dari hasil usulan Ijtima ulama dimana sebagian besar didukung oleh FPI.

Politik balas budi yang digunakan Prabowo justru malah menyandera dirinya dengan kondisi diluar nalar. Prabowo selalu berusaha melibatkan Rizieq dalam setiap keputusan besar, bahkan dalam rencana rekonsiliasi juga turut serta melibatkan Rizieq agar dipulangkan.

Sikap Prabowo yang melunak terhadap Rizieq semata demi eksistensi dan dukungan massa dari Rizieq demi kontestasi Pemilu 2024. Namun keputusan Prabowo untuk menyertakan Rizieq sebagai syarat rekonsiliasi menjadi satu kesalahan besar dan blunder fatalnya berdampak pada sikap negatif masyarakat terhadapnya.

Menurut Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ahmad Atang menyebut bahwa selama ini kubu calon presiden nomor urut 02 tersandera oleh kepentingan Rizieq Shihab.

Sebagai seorang politikus yang patriotis, mestinya Prabowo-Sandi membela kepentingan lebih besar yaitu keutuham bangsa, bukan mengedepan kepentingan individu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here