Hina Suku Bugis, JK Minta Mahathir Mohammad Minta Maaf dan Ralat Ucapannya

0
189
JK : Pak Mahatir kalau mau gentlemen, harus meralat itu

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla angkat bicara terkait pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang menyebut suku Bugis di Malaysia sebagai lanun (perompak).

Sebagai keturunan Suku Bugis, JK meminta Mahathir Mohammad meminta maaf atas hinaan kepada suku Bugis yang dilontarkan dalam pidatonya pada 14 Oktober lalu.

JK mengatakan dirinya sangat terkejut saat mengetahui pidato Mahathir yang memberikan pernyataan menghina terhadap rival politiknya dengan menyatakan bahwa Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak adalah perompak karena berasal dari suku Bugis.

“Mungkin kerana dia (Najib Razak) berasal dari lanun Bugis. Entah macam mana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi baliklah ke Bugis,” kata Mahathir.

“Tentu sebagai orang Bugis saya protes, terkejut juga dihubung-hubungkan orang Bugis dengan kriminal,” ungkap JK di kantornya, Jakarta, Selasa (7/11).

JK menegaskan, Mahathir harus meminta maaf karena orang Bugis bukan hanya di Sulawesi Selatan saja namun tersebar di Indonesia. Bahkan, menurut JK, di Malaysia terdapat sekitar 2 juta populasi keturunan Bugis.

“Mahathir harus minta maaf. Karena orang Bugis itu bukan hanya ada di Sulawesi Selatan, tapi di seluruh Indonesia, bahkan di Malaysia,” tegasnya memambahkan.

JK menegaskan dan meminta Mahathir Mohamad untuk meralat pernyataannya tersebut karena dianggap melukai suku Bugis, dan tidak seharusnya pernyataan tersebut dilontarkan dalam pidato Mahathir dalam orasi politiknya di Lapangan Harapan, Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Sabtu malam itu.

“Karena itu urusan luar negeri mereka, maka Pak Mahathir kalau mau gentleman harus meralat itu, jangan seseorang yang berbuat kemudian dihubungkan dengan sukunya,” kata JK.

Meski demikian, JK mengatakan, persoalan tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Sebab JK tidak akan melakukan upaya lain kepada Mahathir selain menuntut permintaan maaf dan meralat ucapannya.

Protes keras juga disampaikan oleh Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PPRBMM) di hadapan Yayasan Kepemimpinan Perdana pada 18 oktober 2017, akibat pernyataan Mahathir tersebut. Mereka mendesak Mahathir Mohamad memohon maaf dan menarik balik pernyataannya yang mengatakan Bugis sebagai lanun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here