IM dan BIN Tak Terkait, Ini Alasan Kenapa Tak Ada Rekayasa dalam Kasus Rizieq-Firza

ilustrasi
241 Pemirsa

Jakarta – Saat ini pihak kepolisian terus berupaya melacak keberadaan penyebar chat berkonten pornografi yang menyeret nama Rizieq Shihab dengan teman wanitanya Firza Husein.

Polisi beralasan mengapa sulit melacak pelaku penyebaran konten pornografi tersebut.

Karena, foto wanita tanpa busana dan pesan mesum yang beredar di situs baladacintarizieq.co, pertama kali muncul di Amerika Serikat. Hal itulah yang membuat kepolisian pada akhirnya mengalami kesulitan melacak pelaku penyebar.

“Kan sedang kami dalami, karena konten pertama keluar dari Amerika di anonymous itu. Itu yang agak kesulitan. Itu dari luar, dari Amerika, anonymous. Kami sedang lakukan penyelidikan,” kata Irjen Iriawan di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, (8/6).

Untuk itu pihak kepolisian terus berupaya berkoordinasi dengan aparat AS, Iriawan mengatakan, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan beberapa ahli IT dan Telematika untuk melacak pelaku penyebar pertama di situs itu.

Meski begitu, banyak pula tudingan miring yang dialamatkan ke Polisi oleh pihak-pihak yang sengaja mengaburkan kasus Rizieq. Tak hanya kepolisian, mereka juga memfitnah bahwa BIN dibalik rekayasa kasus Rizieq-Firza.

Salah satu upaya untuk menghilangkan kebenaran, sebuah akun anonymous dengan segala keahlian seolah tak pernah berhenti dalam membuktikan bahwa Rizieq tidak bersalah.

Nah, lewat analisabaladacintarizieq.blogspot.co.id inilah satu cara untuk menuding pihak aparat dan juga lembaga Badan Intelijen Negara.

Selain itu BIN juga merasa seolah disudutkan oleh analisa blog tersebut mengingat kantor lembaga ini ada di jalan itu. Karena itu BIN pun membantahnya. BIN menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah sebuah berita bohong.

Kantor BIN sendiri berada di Jl Seno Raya, sehingga menurut Deputi VI BIN Sundawan Salya, postingan di blog analisabaladacintarizieq.blogspot.com tersebut tidak benar.

“Tudingan itu tidak benar. BIN tidak berkepentingan dalam kasus RS,” katanya Senin (12/6).

Sundawan mengatakan, kasus tersebut adalah murni pidana dan ada di ranah kepolisian. Ia tegaskan, BIN tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Terkait situs chaos.id yang dimiliki oleh seorang berinisial IM, di mana pembuat blog tersebut menyebut kalau Irfan adalah penyebarnya.

Irfan Miftah atau Miftachul Irfan Santoso sudah membantah sebagai dalang di balik chat mesum yang ada di blog baladacintarizieq. Bahkan dia sudah melaporkan pemilik akun Facebook yang menyebut nama dan identitasnya di blog yang menganalisa pengunggah baladacintarizieq tersebut ke Polda Metro Jaya.

Berdasarkan penelusuran di Whois.com, situs tersebut didaftarkan melalui registrar Namesilo LLC pada 29 Januari 2017. Kemudian, kontak registran tertulis Domain Administrator. Registran dikenal sebagai pemilik domain.

Menariknya nama organisasi registran tertulis PrivacyGuardian.org yang beralamat di 1928 E. Highland Ave. Ste F104 PMB# 255, Phoenix, AS. Nama PrivacyGuardian.org dikenal sebagai penyedia layanan untuk menyembunyikan atau menyamarkan nama registran yang sebenarnya. Maka bisa dibilang pemilik domain disembunyikan.

Dalam perjalanan kasus ini, sudah dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Firza Husein dan Rizieq. Firza Husein ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 16 Mei 2017, sementara Rizieq ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 29 Mei 2017.

Keduanya dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Seperti diberitakan, Rizieq hingga saat ini masih menghilang dari Indonesia. Dia sudah dua kali mangkir dalam pemanggilan pemeriksaan Polisi. Sementara Firza tetap berada di Indonesia dan memenuhi Pihak Polisi pun telasemua panggilan penyidik.

Polda Metro Jaya sudah menerbitkan surat penangkapan dan juga menetapkan Rizieq sebagai buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara, Rizieq dikabarkan berada di Arab Saudi.

Sementara, sikap tidak puas juga dilontarkan oleh seorang pengamat hukum, Amin Martinus yang mengatakan bahwa apa yang dibantahkan BIN masih prematur.

Amin mengatakan seperti dikutip dari laman rmol, untuk menepis kecurigaan publik dan membuktikan kebenaran bantahannya tersebut, Ia meminta BIN harus melaporkan dan menggugat Irfan Miftah yang begitu lancang berani mencantumkan alamat BIN Pejaten sebagaimana tercantum dari jejak identitas digital situs yang terungkap.

Namun demikian, hasil analisa di analisabaladacintarizieq.blogspot.co.id, Irfan bisa jadi memang hanya melakukan mirroring dari situs “balada” yang memang pernah ada sebelumnya sebagaimana yang dikonfirmasikan Irfan pada situs https://anarchy.chaos.id/klarifikasi-tuduhan

Oleh karena itu, nama Irfan dan BIN kemungkinan besar memang tidak ada kaitannya dengan kasus fake-chat ini. Kemudian, Pemerintah dapat menunjuk Cloudflare.com untuk investigasi lebih lanjut dalam mengungkap fakta.

Jadi, ada baiknya kita serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian dalam menuntaskan kasus tersbut. dan kepada pembuat dan penyebar tudingan terhadap BIN itu bisa dikenakan pidana. Pembuatnya juga bisa dikenakan pasal 311 KUHP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here