Indek Nilai Ekonomi EI Relatif Stabil di Tengah Ancaman Resesi Global

Indek Nilai Ekonomi EI Relatif Stabil di Tengah Ancaman Resesi Global
Indek Nilai Ekonomi EI Relatif Stabil di Tengah Ancaman Resesi Global
69 Pemirsa

Di tengah ancaman resesi global, perekonomian Indonesia dinilai relatif stabil. Hal itu disampaikan Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti.

Kenapa relatif stabil?

Esther menjelaskan, yang menjadi komponen utama. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia itu tidak didukung sepenuhnya oleh ekspor dan impor. Karena rasio ekspor impor RI kata dia cukup kecil berkisar hanya 39,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia memaparkan, komponen utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi yang rasionya mencapai 56 persen terhadap PDB.

Sehingga, menurut dia,  yang perlu diupayakan pemerintah tahun depan adalah menjaga agar sektor konsumsi tetap berjalan dengan baik.

“Jadi, pemerintah kalau ingin stabil ke depannya ya jangan ganggu konsumsi karena ini merupakan komponen utama,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara mengalami penurunan, bahkan Amerika Serikat yang termasuk dalam kategori kuat dari sisi pertumbuhan ekonomi juga melambat akibat resesi global.

Jerman bahkan mengalami pertumbuhan negatif, meskipun terakhir hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara Tiongkok yang biasanya tumbuh 7 persen, diperkirakan hanya akan mencapai pertumbuhan 5,5 persen hingga akhir 2019.

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Eropa, Inggris, Jepang dan India merosot tajam di kisaran 5 persen.

Dalam kondisi tersebut, kendati diprediksi relatif stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tetap perlu diwaspadai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here